Jakarta, Swararakyat.com– Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita turut prihatin terhadap kejadian makan MBG yang saat ini terjadi di beberapa tempat. Kita meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menyikapi hal ini secara serius, dan aparat penegak hukum melakukan investigasi lapangan untuk membedakan mana kasus yang murni kelalaian dan mana yang mengarah pada unsur kesengajaan,” tegas Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (25/9).
Dasco menegaskan DPR memberi kesempatan kepada penyelenggara program MBG untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar kasus serupa tidak kembali terulang. “Program ini seharusnya bermanfaat bagi anak-anak. Karena itu, evaluasi harus segera dilakukan agar program kembali berjalan baik,” ujarnya.
Data Terbaru Kasus Keracunan MBG
Jawa Barat mencatat 1.775 pelajar keracunan MBG dalam dua pekan terakhir, dengan Garut menjadi daerah terdampak terbesar (657 korban).
Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, melaporkan 335 pasien dirawat, 34 di antaranya masih di rumah sakit.
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat total 6.452 kasus keracunan MBG hingga 21 September 2025.
Pemerintah melalui BGN dan KSP melaporkan angka resmi sekitar 4.711 korban, menunjukkan adanya perbedaan data yang perlu diluruskan.
Temuan Awal:
Beberapa penyebab keracunan diduga berasal dari kontaminasi bakteri seperti E. coli dan Salmonella, kesalahan penyimpanan bahan makanan, serta distribusi yang tidak sesuai standar keamanan pangan. Menu ikan cakalang di Banggai sempat diduga menjadi salah satu sumber masalah.
DPR meminta investigasi dilakukan transparan, dan hasilnya diumumkan ke publik agar program MBG tetap mendapat kepercayaan masyarakat. (*)











