Tokoh  

SMUK Desak Pemerintah Hentikan Program MBG untuk Evaluasi Total

Ahmad Zaki, Ketua Umum SMUK

Jakarta, Swararakyat.com – Solidaritas Masyarakat Untuk Keadilan (SMUK) mendesak pemerintah untuk segera menghentikan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, menyusul maraknya kasus keracunan massal di berbagai daerah yang diduga berasal dari menu MBG.

Ketua Umum SMUK, Ahmad Zaki, menyatakan bahwa penghentian program MBG sangat mendesak demi mencegah meluasnya korban. Menurutnya, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rantai distribusi dan pengolahan makanan sebelum program dilanjutkan kembali.

“Program MBG ini harus dihentikan permanen untuk sementara waktu agar dapat dilakukan evaluasi total. Distribusi bahan pangan, pengawasan kualitas, dan proses pengolahan harus benar-benar diawasi secara ketat sebelum makanan disalurkan kepada penerima manfaat,” ujar Zaki.

Zaki, yang juga menjabat Sekbid Politik KAHMI Jakarta Pusat, menegaskan bahwa jika pemerintah tetap memaksakan pelaksanaan program tanpa perbaikan, kasus keracunan bisa semakin meluas dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kalau tidak dihentikan dari sekarang, kasus keracunan akan semakin akut. Masyarakat bahkan mulai melontarkan kritik tajam dengan menyebut MBG sebagai ‘Makanan Beracun Genosida’. Ini peringatan serius,” tegasnya.

SMUK berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara program MBG, melakukan audit menyeluruh, dan memastikan sistem distribusi serta kualitas bahan makanan memenuhi standar kesehatan sebelum program kembali dijalankan. (*)