Pengprov Desak Munas Perserosi 2025 Berjalan Bersih dan Jauh dari Praktik Manipulatif

Foto: Istimewa

Jakarta, Swararakyat.com – Dinamika menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Perserosi) yang akan digelar pada 22–23 November 2025 di Jakarta semakin menjadi sorotan. Sejumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) Perserosi dan praktisi olahraga menilai adanya persoalan serius dalam tata kelola, pembinaan, hingga transparansi organisasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB Perserosi Velix Vernando Wanggai.

Salah satu isu yang mencuat adalah munculnya sejumlah Pengprov baru menjelang Munas, yang dinilai tidak mencerminkan kondisi pembinaan riil di daerah. Menurut Ahmad Sibli Rais, Ketua Umum Perserosi Pengprov Lampung, fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap integritas proses pemilihan.

“Kemunculan pengprov-pengprov tersebut terindikasi tidak memiliki aktivitas pembinaan, atlet, maupun program kerja yang jelas. Mereka tidak pernah terlihat dalam kegiatan pembinaan maupun kejuaraan, namun tiba-tiba aktif menjelang Munas. Ini dapat mengganggu kualitas proses demokrasi organisasi,” ujar Sibli.

Ia menegaskan bahwa Munas harus mencerminkan prinsip bersih, transparan, dan berdasarkan kontribusi nyata, bukan didominasi langkah instan yang muncul menjelang pemilihan.

“Kami ingin memastikan bahwa suara daerah yang benar-benar membina atlet tetap dihargai,” tegasnya.

Sorotan Tata Kelola dan Komunikasi PB Perserosi

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah lemahnya tata kelola organisasi dan minimnya komunikasi antara PB Perserosi dan Pengprov.

Sibli juga menyoroti perubahan jadwal Munas yang dilakukan sepihak dan tidak sesuai dengan keputusan Rakernas Agustus 2025.

“Perubahan waktu Munas dilakukan tanpa pembahasan dengan Pengprov. Ini mencerminkan pola tata kelola yang tidak sehat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahmad Syahmada, pengurus Perserosi Pengprov Kalimantan Selatan (Bidang Pembinaan dan Prestasi), menilai koordinasi antara pusat dan daerah selama ini sangat minim.

“Bahkan untuk event-event penting di daerah tidak ada inisiatif dari PB untuk hadir. Komunikasi hampir tidak berjalan,” ujarnya.

Harapan untuk Munas 2025–2029 yang Bersih dan Bermartabat

Para Pengprov sepakat bahwa Munas Perserosi 2025 harus menjadi momentum memperbaiki arah organisasi, terutama dalam penguatan pembinaan, profesionalisme, dan keberpihakan pada atlet.

“Munas adalah momentum penting untuk memastikan organisasi kembali pada tujuan utamanya: meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga sepatu roda nasional,” kata Sibli.

Ia berharap Munas dapat melahirkan kepengurusan Perserosi periode 2025-2029 yang sehat, bermartabat, dan berkomitmen terhadap kemajuan olahraga sepatu roda di Indonesia. (*)