Jakarta, Swararakyat.com – Pemerintah resmi memberlakukan pembatasan angkutan barang tanpa window time selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Kebijakan ini dinilai penting untuk keselamatan lalu lintas, namun berisiko menimbulkan tekanan baru terhadap rantai pasok nasional jika tidak disertai mitigasi yang matang.
Ketua Bidang Perhubungan dan Transportasi Ikatan Alumni Trisakti, Azhar Adam, menegaskan bahwa penghapusan window time memang dapat menekan kepadatan lalu lintas di ruas tol utama. Namun, pembatasan yang berlaku tanpa jeda hingga awal Januari berpotensi menghambat distribusi logistik.
“Keselamatan penting, tetapi logistik juga urat nadi ekonomi. Jika tidak dikelola dengan baik, pembatasan ini bisa berdampak pada pasokan dan harga barang,” tegas pria yang akrab disapa Adam.
Ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada jalan tol, tetapi juga menyiapkan manajemen lalu lintas di jalur alternatif serta menjamin kepastian hukum bagi pelaku usaha angkutan barang.
Ikatan Alumni Trisakti menilai evaluasi kebijakan transportasi Nataru harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis data, agar kepentingan keselamatan publik tetap sejalan dengan keberlanjutan aktivitas ekonomi nasional. (ESH)











