Baramuda 08: Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis, Kontras. Usut Tuntas Siapa Dalangnya

Foto: Istimewa

Jakarta, Swararakyat.com – Barisan Relawan Muda Nusantara 08 (Baramuda 08) menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus.

Dalam rilis resmi Baramuda 08, Ketua Umum Rhesa Yogaswara menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya Prabowo Subianto.

“Kasus ini tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Negara harus hadir dan menunjukkan ketegasan dalam melindungi setiap warga negara, termasuk aktivis sipil,” ujar Rhesa.

Baramuda 08 menilai bahwa pengusutan kasus ini harus dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan hingga tuntas. Hal ini dinilai penting karena menyangkut eksistensi serta wibawa pemerintahan dalam menjamin rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat.

“Pengusutan yang tidak tuntas justru akan menimbulkan spekulasi liar dan menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ini menyangkut kredibilitas pemerintahan Presiden Prabowo,” lanjutnya.

Lebih jauh, Baramuda 08 juga melihat adanya potensi keterlibatan pihak atau kekuatan lain yang dapat memanfaatkan peristiwa ini untuk memojokkan pemerintah dan menciptakan persepsi negatif di ruang publik.

“Kami mencermati adanya kemungkinan pihak-pihak tertentu yang ingin membangun narasi bahwa negara lemah. Ini harus diwaspadai karena dapat mengganggu stabilitas nasional,” tegas Rhesa.

Berdasarkan perkembangan terkini, aparat penegak hukum masih terus melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri rekaman CCTV di lokasi kejadian. Penanganan dilakukan secara intensif dengan pendekatan ilmiah guna memastikan pengungkapan kasus secara objektif. Bahkan sampai kepada rangkaian peristiwa yang menjadi penyebab peristiwa yang lain, ketika Andrie Yunus melakukan penerobosan rapat Sidang Komisi. Apa yang memotivasi, dan apa yang melatarbelakangi. Bukan hanya menduga ketika peristiwa ini terjadi, ujar Rhesa.

Selain itu, sejumlah pihak yang diduga terkait juga telah diamankan dan tengah menjalani proses pemeriksaan lanjutan. Pimpinan Polri disebut telah memberikan atensi khusus agar kasus ini dapat segera diungkap secara terang benderang.

Baramuda 08 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses hukum secara objektif serta tidak menjadikan kasus ini sebagai alat politisasi yang dapat memperkeruh situasi nasional.

“Penegakan hukum harus menjadi panglima. Kami mendukung penuh langkah aparat dalam mengusut tuntas kasus ini demi menjaga keadilan dan stabilitas bangsa,” tutup Rhesa.