TAPUT – Swararakyat.com |Ratusan supplier yang tergabung dalam Aliansi Supplier Koperasi Produsen Multi Pihak Tumbuh Sejahtera Bersama Petani (PMPTSBP) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (15/4/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes atas belum dibayarkannya tagihan para supplier sejak Februari 2026 oleh pihak koperasi.
Selain persoalan tunggakan pembayaran, massa juga menyoroti konflik internal kepengurusan koperasi yang dinilai berdampak pada pemblokiran serta perubahan spesimen rekening di Bank Mandiri Cabang Tarutung. Kondisi tersebut disebut turut menghambat proses pencairan dana kepada para supplier.
Pimpinan aksi, Tulus Gok Tua Nababan, menyampaikan bahwa sekitar 300 orang akan terlibat dalam aksi tersebut. Massa dijadwalkan berkumpul di Bundaran Polres Tapanuli Utara pada pukul 09.00 WIB, sebelum bergerak menuju sejumlah titik, antara lain Kantor Bupati Tapanuli Utara, Mapolres Taput, Kantor DPRD, serta Kantor Bank Mandiri Tarutung.
Dalam pernyataan sikapnya, aliansi supplier dari sejumlah SPPG mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak perbankan untuk mengambil peran aktif dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka menilai diperlukan langkah konkret, khususnya terkait pencairan dana yang saat ini masih tertahan di pihak perbankan.
Adapun tuntutan utama yang akan disuarakan meliputi pencairan segera dana supplier, permintaan kepada Bank Mandiri agar hanya melayani transaksi dari kepengurusan koperasi yang sah, dorongan dilakukannya audit independen terhadap keuangan koperasi, serta desakan kepada Polres Tapanuli Utara untuk menindaklanjuti seluruh laporan yang telah diajukan.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan telah menerima surat pemberitahuan aksi unjuk rasa tersebut dan akan melakukan pengamanan di sejumlah titik yang menjadi lokasi kegiatan, guna memastikan jalannya aksi tetap kondusif dan tertib.(NH)













