JAKARTA – Program unggulan Pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kini tengah menjadi sorotan tajam. Di tengah upaya pemerintah menggenjot ekonomi rakyat melalui program tersebut, sentimen negatif muncul akibat melemahnya nilai tukar Rupiah yang dilaporkan telah menembus angka Rp17.315 per dollar AS pada hari ini, Rabu (29/4).
Sejumlah pengamat dan warga net mulai menyuarakan kekhawatiran terkait korelasi antara besarnya anggaran MBG dengan stabilitas ekonomi nasional. Berdasarkan pantauan dari platform media sosial Threads, akun @daengsamsulbahri menyoroti besarnya dana yang digelontorkan untuk program ini yang dianggap belum mampu menjadi jaring pengaman ekonomi bagi rakyat kecil.
Sorotan Anggaran dan Daya Beli
Program MBG dilaporkan mengoperasikan hampir 20 ribu dapur dengan pengeluaran mencapai lebih dari Rp200 miliar setiap harinya. Namun, efektivitas belanja jumbo ini dinilai berbanding terbalik dengan kondisi fiskal saat ini.
Pelemahan Rupiah: Nilai tukar yang menyentuh angka psikologis Rp17.000 dianggap sebagai sinyal peringatan serius bagi pemerintah.
Daya Beli Masyarakat: Meski ada perputaran uang melalui dapur-dapur MBG, kebijakan fiskal pemerintah dianggap belum sensitif terhadap penurunan daya beli masyarakat yang terhimpit inflasi akibat kenaikan dollar.
Kritik Kebijakan: Muncul desakan agar Menteri Keuangan dan jajaran kabinet Prabowo segera mencari solusi konkret selain hanya mengandalkan program bantuan sosial untuk menstabilkan ekonomi rakyat.
Perbandingan Historis
Keresahan publik semakin meningkat dengan munculnya perbandingan sejarah, di mana pelemahan Rupiah yang drastis di masa lalu pernah menjadi pemicu ketidakstabilan politik nasional.
Publik kini menanti langkah nyata dari pemerintahan Prabowo untuk membuktikan bahwa program andalan seperti MBG bukan sekadar instrumen belanja negara, melainkan mampu menjadi solusi di tengah krisis nilai tukar yang terus membayangi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kementerian terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai evaluasi dampak ekonomi dari program MBG terhadap penguatan nilai tukar Rupiah.
Editor: Biren Muhammad









