JAKARTA — Publik kembali disuguhkan kontradiksi narasi dari pucuk pimpinan negara. Beredarnya dua potongan video pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan mata uang memicu kebingungan dan kritik.
Di tengah himpitan ekonomi yang kian mencekik akar rumput, pemerintah dituntut untuk berhenti memainkan “seni politik” dan segera menghadirkan solusi nyata.
Dalam salah satu video, Prabowo tampak mengutip tokoh revolusioner Lenin dengan nada peringatan keras: “Kalau ingin menghancurkan sebuah negara, maka hancurkanlah mata uangnya.”
Pernyataan ini menunjukkan kewaspadaan strategis terhadap ancaman krisis makroekonomi.
Namun, pada video lain, muncul pernyataan yang justru terkesan menyederhanakan krisis: “Dolar naik, rupiah turun, lah wong rakyat kita di desa tidak pakai Dolar”
Silang narasi ini dinilai sebagai manuver untuk meredam kepanikan pasar. Sayangnya, menenangkan psikologis massa dengan meremehkan dampak ekonomi justru menjadi ironi di tengah jeritan rakyat.
Faktanya, meski petani dan masyarakat desa tidak bertransaksi menggunakan Dolar, pelemahan Rupiah memukul mereka secara telak melalui lonjakan harga pupuk non-subsidi, pakan ternak, hingga ongkos transportasi logistik akibat tingginya komponen impor.
Pertunjukan seni politik di tengah krisis adalah hal yang harus dihindari. Rakyat tidak bisa diberi makan retorika. Masyarakat menuntut pemerintah segera mengeksekusi kebijakan yang taktis dan cepat untuk menangani persoalan ekonomi.
Solusi nyata harus diwujudkan melalui terobosan yang menciptakan kemandirian di segala aspek kebutuhan dan produksi. Pemerintah harus fokus pada pembenahan tata niaga yang memotong rantai distribusi, melindungi pasar domestik, serta memperkuat kelembagaan ekonomi kerakyatan.
Program ekonomi kerakyatan harus dipastikan berjalan dan menyentuh sektor riil terbawah. Meski harus melangkah pelan dan tertatih-tatih, membangun fondasi kemandirian produksi jauh lebih krusial daripada sekadar merangkai kata demi menjaga stabilitas politik semata.(Ren)
Stop Mainkan Seni Politik, Rakyat Butuh Solusi Nyata











