Daerah  

Soegiarto Santoso: Era Digital Tak Bisa Gantikan Kekuatan Komunitas Perempuan

Tangsel,SwaraRakyat.com – Komunitas perempuan dinilai tetap memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas sosial, memperkuat komunikasi publik, serta menciptakan ruang interaksi yang positif di tengah derasnya perkembangan era digital.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Nasional Gerakan Kebangkitan Nusantara (GKN), Soegiarto Santoso, SE, saat menghadiri kegiatan dialog interaktif bersama Hijabie Community yang digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026, di sebuah kafe di Tangerang Selatan.

Dalam forum tersebut, Soegiarto menekankan bahwa kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi digital tidak boleh menggerus nilai penting interaksi sosial yang dibangun melalui komunitas.

Menurutnya, komunitas tetap menjadi ruang strategis untuk membangun kepedulian sosial, memperkuat jejaring, serta menciptakan kolaborasi yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Era digital memang menghadirkan kemudahan komunikasi, tetapi tidak bisa menggantikan kekuatan hubungan antarmanusia yang tumbuh melalui interaksi langsung, rasa kebersamaan, dan solidaritas sosial,” ujar Soegiarto.

Ia menilai keterlibatan aktif perempuan dalam komunitas menjadi kekuatan sosial yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan penuh empati.

Menurut Soegiarto, perempuan memiliki peran besar dalam menjaga harmoni sosial sekaligus membangun komunikasi yang lebih hangat dan produktif di tengah masyarakat.

“Komunitas perempuan seperti ini menunjukkan bahwa ruang kebersamaan masih sangat dibutuhkan. Dari komunitas lahir semangat saling mendukung, berbagi pengalaman, hingga inisiatif sosial yang memberi manfaat nyata,” katanya.

Di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin individualistis, lanjutnya, komunitas justru menjadi salah satu benteng penting dalam menjaga nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Kegiatan bersama Hijabie Community tersebut menjadi gambaran bahwa komunitas perempuan tetap memiliki eksistensi kuat sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang mampu menghadirkan ruang dialog yang sehat, partisipatif, dan produktif.

Forum interaktif semacam ini dinilai menjadi bentuk nyata bahwa transformasi digital tidak harus menghapus sentuhan kemanusiaan dalam membangun relasi sosial di tengah masyarakat.(sang)