Cilacap, Swararakyat.com – Di tengah hiruk-pikuk isu hukum yang melanda lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono, tampil memberikan pernyataan tegas terkait komitmen integritas institusi yang dipimpinnya. Sebagai putra daerah asli Cilacap, Kombes Pol Budi menegaskan bahwa jajaran Polresta Cilacap tetap tegak lurus pada jalur pengabdian dan profesionalisme.
Kombes Pol Budi Adhy Buono secara eksplisit menyatakan tidak mengetahui, apalagi terlibat, dalam perkara yang sedang menjadi objek penyidikan lembaga antirasuah (KPK) di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa fungsi Polri di daerah adalah sebagai penegak hukum, bukan bagian dari pelanggaran hukum.
“Saya tidak pernah memberikan instruksi, memerintahkan anggota, apalagi menyurati Pemkab Cilacap untuk meminta sesuatu yang berkaitan dengan objek perkara tersebut. Fokus kami adalah transformasi internal dan pengembangan institusi demi mewujudkan janji suci Polri: Melindungi, Mengayomi, dan Melayani masyarakat,” tegas Kombes Pol Budi.
Penugasan di Cilacap dimaknai oleh Kombes Pol Budi sebagai sebuah “kepulangan yang sakral”. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bapak Kapolri atas kepercayaan yang diberikan untuk mengabdi di tanah kelahirannya. Bagi beliau, tugas ini adalah bentuk “jihad profesional” untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah asal.
Salah satu bukti nyata dedikasi di luar tugas rutin adalah pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Dusun Ciloning dan Dusun Pengampiran di Desa Karanganyar, Kecamatan Gandrungmangu. Jembatan yang diresmikan pada 15 April 2026 tersebut dibangun melalui inisiatif pribadi sang Kombes dengan menggalang dana gotong royong bersama para donatur asal Cilacap yang telah sukses di luar daerah.
Langkah luar biasa ini diambil karena rasa prihatin terhadap kondisi jembatan lama yang rapuh dan membahayakan keselamatan warga, terutama para pelajar yang menjadikannya akses utama menuju sekolah.
Menanggapi kiprah tersebut, Pengamat Kepolisian dan Intelijen, Paijo Parikesit, menilai bahwa, sosok Kapolres Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono, adalah representasi nyata dari prajurit Bhayangkara yang berakar kuat pada Budaya Banyumas. Bagi beliau, budaya ini bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan sebuah fondasi karakter yang berpijak pada kejujuran, kesederhanaan, dan semangat egaliter yang dikenal sebagai Cablaka sebuah prinsip hidup yang transparan dan apa adanya.
Paijo menambahkan bahwa seorang prajurit Bhayangkara asal Banyumas dididik untuk mengutamakan ketulusan di atas segalanya. Filosofi ini berakar pada figur Bawor, tokoh wayang lokal yang melambangkan bahwa martabat seseorang tidak diukur dari kemewahan yang melekat, melainkan dari kejujuran dalam bertindak.
Kentalnya pengaruh budaya ini mendorong Kombes Budi Adhy Buono untuk senantiasa terbuka dan kritis. Karakter khas Banyumas yang cenderung afirmatif namun tetap berdaya kritis, menjadikannya sosok pemimpin yang tegas namun tetap objektif dalam menjalankan tugas.
Meski lahir dari akar sejarah militer yang kuat, beliau dikenal sangat menghindari budaya kekerasan. Sebaliknya, ia justru mengutamakan kedamaian dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah pengabdiannya.
Menutup pernyataannya, Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono menekankan bahwa dirinya ingin meninggalkan warisan berupa keamanan dan kebaikan bagi tanah kelahirannya.
“Cilacap adalah rumah saya. Di rumah ini, saya hanya ingin mewariskan kebaikan dan keamanan bagi saudara-saudara saya,” pungkasnya. (red)













