TAIPEI, SWARARAKYAT.COM — Sebuah serangan siber canggih memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) otonom terdeteksi membobol sistem keamanan lembaga pemerintah Taiwan. Dalam aksi yang berlangsung selama empat hari tersebut, agen AI mampu bergerak mandiri untuk mengeksploitasi celah keamanan hingga berhasil mencuri ribuan data sensitif.
Laporan terbaru mengonfirmasi bahwa peretasan ini menyasar sejumlah instansi strategis, termasuk badan pengawas keselamatan nuklir dan perusahaan energi milik negara. AI otonom tersebut sukses menembus puluhan akun pemerintah dan mengunduh lebih dari 2.500 data personel sebelum akhirnya berhasil diisolasi.
Metode serangan diketahui menggunakan basis kode AI terbuka yang disamarkan sebagai instrumen pengujian sistem (security testing). Tanpa memerlukan intervensi manual dari peretas manusia di setiap tahapnya, agen AI ini secara otomatis memetakan kelemahan sistem, merangkai berbagai celah keamanan yang ditemukan, lalu mengeksekusi ekstraksi data secara masif.
Otoritas keamanan siber setempat mengidentifikasi adanya pola peretasan terorganisasi dan mengindikasikan bahwa serangan berbasis AI canggih ini diduga kuat berkaitan dengan kelompok peretas yang berbasis di China. Kejadian ini menambah deretan kekhawatiran global terkait meningkatnya ancaman kejahatan siber yang digerakkan oleh teknologi AI otonom.(Red)
AI Beraksi Sendiri, Bobol dan Curi Data Pemerintah Taiwan













