Prabowo ke Rusia Saat Bencana, Publik Bertanya: Diplomasi atau Prioritas Dalam Negeri?

JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Presiden Prabowo Subianto berada di Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 sebagai tamu kehormatan utama. Kunjungan tersebut berlangsung ketika pemerintah Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan bencana di dalam negeri.

Prabowo bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (1/9/2026) malam dan tiba di Vladivostok pada Rabu (2/9/2026). Kehadiran Prabowo merupakan pemenuhan undangan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin.

EEF yang berlangsung di Far Eastern Federal University pada 1–4 September 2026 menjadi forum untuk membahas berbagai isu ekonomi dan kerja sama kawasan. Dalam kunjungan tersebut, Indonesia juga berupaya memperluas kerja sama dengan Rusia di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, serta sektor strategis lainnya.

Namun, keputusan Presiden melakukan perjalanan ke luar negeri di tengah situasi kebencanaan kembali memunculkan pertanyaan di ruang publik: sejauh mana agenda diplomasi luar negeri harus berjalan beriringan dengan prioritas penanganan persoalan di dalam negeri?

Pertanyaan tersebut terutama berkaitan dengan persepsi publik mengenai kehadiran kepala negara ketika masyarakat di sejumlah wilayah masih membutuhkan respons pemerintah dalam menghadapi dampak bencana.

Di sisi lain, pemerintah menempatkan kunjungan ke Rusia sebagai bagian dari agenda diplomasi strategis. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF mencerminkan semakin eratnya hubungan Indonesia-Rusia sekaligus posisi strategis Indonesia di kawasan Asia-Pasifik dan dunia.

Sebelum bertolak ke Rusia, Prabowo juga disebut telah membahas situasi nasional dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah memastikan agenda nasional tetap berjalan melalui jajaran terkait meski Presiden melakukan perjalanan luar negeri.

Dengan demikian, persoalannya bukan semata-mata memilih antara diplomasi atau penanganan bencana. Tantangan pemerintah adalah memastikan agenda luar negeri tetap memberikan manfaat strategis bagi Indonesia, sementara penanganan bencana di dalam negeri tidak kehilangan kendali, kecepatan, dan koordinasi.

Kunjungan Prabowo ke Rusia pun kini menjadi perhatian publik bukan hanya karena pertemuannya dengan Putin dan kehadirannya dalam forum ekonomi internasional, tetapi juga karena bagaimana pemerintah membuktikan bahwa kepentingan diplomasi dan keselamatan masyarakat dapat berjalan secara bersamaan. (ESH)