LOMBOK TENGAH, Swararakyat.com — Sebanyak 352 siswa di sejumlah sekolah di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (11/9/2026).
Para siswa mengalami sejumlah keluhan, antara lain mual, pusing, muntah dan sakit perut. Mereka kemudian mendapat penanganan di sejumlah puskesmas. Sebagian siswa dilaporkan telah membaik dan diperbolehkan pulang.
Sejumlah sekolah yang terdampak berada di wilayah Kecamatan Batukliang. Menu MBG yang dikonsumsi para siswa diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penelusuran. Pemeriksaan terhadap sampel makanan dan investigasi diperlukan untuk memastikan apakah gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Keamanan pangan menjadi bagian penting dalam program MBG karena makanan harus melalui pengawasan sejak bahan baku, proses pengolahan, pengemasan hingga distribusi. Hasil pemeriksaan kasus Lombok Tengah diharapkan menjadi dasar evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (*)













