JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden. Dudung menyebut Ulta saat ini telah beralih tugas dan menjabat sebagai salah satu deputi di Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI.
“Ulta sudah bukan di KSP lagi. Dulu dia di staf KSP sebagai tenaga ahli utama, tetapi sekarang sudah tidak. Dia sekarang salah satu deputi di Bakom,” ujar Dudung di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Dudung guna mengklarifikasi kedudukan Ulta usai sorotan publik terkait opini pribadi Ulta yang mengaitkan fenomena erupsi gunung berapi di Indonesia dengan dugaan keterlibatan pihak asing dan teknologi HAARP.
Baca Juga: Fredi Moses Ulemlem Ucapkan Ultah Pinka Haprani, Kader Muda Yang Bersinar Menuju Pemilu 2029
Dudung memastikan seluruh opini yang disampaikan Ulta beberapa waktu lalu murni pandangan pribadi dan sama sekali tidak mewakili sikap maupun posisi resmi KSP.
“Jadi, bukan anggota saya lagi itu,” tegas Dudung.
Menanggapi kontroversi isu bencana alam tersebut, Dudung mengimbau publik untuk melihat fenomena Gunung Meletus sebagai dinamika murni dan kehendak alam. Ia meminta agar peristiwa bencana tidak dikaitkan dengan narasi konspirasi atau campur tangan pihak luar.
“Kalau masalah bencana alam, menurut saya itu dinamika alam. Para ahli juga sudah mempelajari dan melihat perkembangannya. Keyakinan saya, ini kehendak Yang Kuasa dan tidak perlu dikaitkan dengan kepentingan pihak luar,” pungkasnya.(Ren)













