Banjir Sumatra Masih Mendera, BARAMUDA Nilai Pemerintah Kurang Tegas Ambil Keputusan

Ferdiansyah Rusman

Jakarta, Swararakyat.com – Di saat banjir masih melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan warga bertahan di pengungsian, sikap pemerintah dalam menetapkan kebijakan bencana kembali dipertanyakan. Barisan Muda Indonesia (BARAMUDA Indonesia) menilai negara terlalu berhati-hati dalam mengambil keputusan politik penting, khususnya terkait status bencana nasional.

Tokoh pemuda dan salah satu pendiri BARAMUDA Indonesia, Ferdiansyah Rusman, mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan dampak banjir belum berakhir. Aktivitas warga terganggu, akses logistik belum sepenuhnya pulih, dan beban penanganan masih banyak ditanggung pemerintah daerah

“Kalau situasinya masih seperti ini, wajar jika publik bertanya: negara mau menunggu sampai kapan untuk bersikap tegas? Status bencana nasional seharusnya sudah dipertimbangkan,” kata Ferdiansyah saat diwawancarai swararakyat.com di Jakarta Minggu (14/12/2025)

Menurut pria yang akrab disapa Ferdi ini, penetapan status bencana bukan sekadar urusan administratif, melainkan keputusan politik yang menentukan seberapa besar negara hadir dalam krisis.

“Tanpa status nasional, daerah dipaksa bekerja dengan keterbatasan. Padahal ini bencana besar yang dampaknya lintas wilayah,” ujarnya.

Selain itu, BARAMUDA Indonesia juga menyoroti kebijakan pemerintah yang belum membuka ruang terhadap bantuan internasional. Ferdi menilai, dalam situasi darurat kemanusiaan, pendekatan kebijakan seharusnya lebih mengutamakan keselamatan warga.

“Kemandirian nasional penting, tapi jangan sampai menjadi alasan menunda pertolongan. Bantuan internasional bisa menjadi penguat jika dikelola negara dengan baik,” katanya.

BARAMUDA Indonesia mendesak pemerintah pusat segera mengevaluasi arah kebijakan penanganan banjir di Sumatra agar keputusan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat terdampak dan menjawab rasa keadilan publik (*)