SWARARAKYAT.COM, Jakarta – Otista dikenal sebagai kawasan yang sarat dengan jejak sejarah dan kekayaan budaya Betawi yang menjadi identitas asli masyarakat Jakarta. Nilai-nilai kearifan lokal seperti kebersamaan, gotong royong, dan toleransi masih hidup di tengah masyarakat dan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kohesi sosial.
Semangat inilah yang melandasi digelarnya “Hajatan Otista 2025”, sebuah perayaan budaya yang dipimpin oleh Ketua Pelaksana Fauzi Sarmada, S.Sos. Menurut Fauzi, kegiatan ini menjadi momentum untuk menggali, melestarikan, sekaligus menghidupkan kembali budaya Betawi dalam kehidupan masyarakat modern Jakarta.
Acara ini juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia serta HUT ke-498 DKI Jakarta, sehingga semakin sarat makna kebangsaan dan kebersamaan. Hajatan Otista akan berlangsung pada 23–24 Agustus 2025 di kawasan Produksi Film Negara (PFN), Otista, dengan dukungan kolaborasi PFN dan Bamus Betawi.
Rangkaian acara akan menampilkan berbagai atraksi budaya khas Betawi, seperti drum band, palang pintu, manusia petasan, lenong Betawi, tarian tradisional, hingga DJ Betawi. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati UMKM bazar yang membuka ruang ekonomi kreatif sekaligus memperkuat pemberdayaan warga.
“Hajatan Otista bukan sekadar pesta rakyat, melainkan wadah silaturahmi, ruang kreasi budaya, serta peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Fauzi.
Selain pertunjukan budaya, acara ini juga mengangkat potensi sejarah kawasan Otista–Bidara Cina, yang menyimpan bianyak jejak penting perjalanan bangsa, di antaranya:
- Produksi Film Negara (PFN) yang berdiri sejak 1934,
- Wakaf Habib Salim bin Zindan sejak masa kolonial Belanda,
- Gedung bersejarah BRI sebagai cagar budaya,
- Rusunami Otista yang diresmikan Presiden Soeharto pada 1994,
- Gereja Katolik Santo Antonius Padua Bidaracina,
- Wismarini UI,
- Serta GOR Otista yang berdiri sejak 1972.
Dengan kekayaan sejarah dan budaya tersebut, Hajatan Otista 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk merawat identitas Betawi sekaligus memperkuat persaudaraan lintas masyarakat di Jakarta. (*)













