Jakarta, Swararakyat.com – Gelombang tekanan moral terhadap pemerintah terus menguat. Sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera membebaskan para aktivis yang masih ditahan usai aksi unjuk rasa akhir Agustus lalu.
Desakan itu disampaikan dalam pertemuan selama hampir tiga jam di Istana Negara, Kamis (11/9/2025).
Tokoh-tokoh GNB yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Quraish Shihab, Pdt. Gomar Gultom, Romo Franz Magnis-Suseno, Omi K. Nurcholis Majid, Lukman Hakim Saifuddin, Erry Riyana Hardjapamekas, Alissa Wahid, Komaruddin Hidayat, Francisia SS Seda, dan Laode M. Syarif.
Mereka menegaskan bahwa ribuan penangkapan yang terjadi pasca-unjuk rasa adalah masalah serius yang tidak boleh diabaikan.
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat sedikitnya 2.800 peserta unjuk rasa ditangkap di Medan, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan berbagai kota lain. Sementara itu, data Amnesty International Indonesia menyebut ada 3.095 orang yang ditangkap terkait aksi protes di seluruh Indonesia.
“Kami meminta pemerintah menunjukkan komitmen terhadap demokrasi dengan membebaskan para aktivis dan memastikan tidak ada lagi penangkapan sewenang-wenang,” tegas Lukman Hakim Saifuddin.
Publik kini menunggu langkah nyata dari Presiden Prabowo setelah pertemuan penting ini. (*)











