Jumhur Hidayat Serukan Perlindungan Pekerja Di Era Ekonomi Platform

M. Jumhur Hidayat

SWARARAKYAT.COM, Jenewa, Swiss – Ketua delegasi Indonesia dari unsur pekerja, M. Jumhur Hidayat, menyampaikan pidato penting di forum International Labour Conference (ILC) ke-113 yang digelar oleh International Labour Organization (ILO) di Jenewa. Dalam pidatonya, Jumhur tidak hanya berbicara soal tantangan dan dinamika ketenagakerjaan di Indonesia, namun juga mengangkat isu-isu global yang menyentuh nasib jutaan pekerja di seluruh dunia. Ia menegaskan pentingnya solidaritas internasional dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di tengah perubahan struktur ekonomi global yang sangat cepat.

Pidato Jumhur mendapat respons positif dari delegasi negara-negara lain yang hadir di forum tersebut. Pesannya yang tegas namun konstruktif dianggap merepresentasikan semangat keadilan sosial dan perlindungan hak pekerja, terutama dalam konteks dunia kerja yang kini didominasi oleh perkembangan ekonomi digital dan platform. Suara Indonesia, khususnya dari kalangan pekerja, berhasil mendapat tempat dalam percaturan diskusi ketenagakerjaan internasional yang semakin kompleks.

Forum ILC tahun ini memang berlangsung dalam suasana yang sangat dinamis, khususnya karena pembahasan yang mendalam mengenai ekonomi platform digital. Komite yang membahas isu tersebut bahkan bekerja hingga larut malam untuk mencapai konsensus. Ini mencerminkan betapa krusial dan mendesaknya tantangan yang muncul dari model-model kerja baru berbasis aplikasi dan teknologi digital.

Salah satu hasil penting dari pembahasan tersebut adalah kesepakatan untuk mendorong hasil akhir dalam bentuk konvensi internasional. Artinya, pekerja dalam ekonomi platform—yang selama ini sering dianggap sebagai “mitra” atau “freelancer”—akan secara resmi diakui sebagai pekerja yang berhak atas perlindungan, upah layak, dan jaminan sosial. Ini merupakan langkah besar dalam perjuangan global untuk menyesuaikan hukum perburuhan dengan realitas baru dunia kerja.

Dalam pidatonya, Jumhur berharap agar Pemerintah Indonesia menangkap semangat perubahan yang kuat di forum ILC ini. Ia mengajak pemerintah untuk menyusun kebijakan nasional yang berpihak kepada pekerja, terutama mereka yang berada dalam sektor-sektor informal dan ekonomi digital. Menurutnya, Indonesia tidak boleh tertinggal dalam memberikan perlindungan yang layak kepada rakyatnya sendiri.

Jumhur juga menyampaikan pesan kepada seluruh pekerja di Indonesia agar tetap semangat dan percaya pada proses yang sedang dijalankan oleh delegasi tripartit Indonesia di ILC. Ia menegaskan bahwa para pemimpin dari unsur pekerja, pengusaha, dan pemerintah sedang bekerja bersama-sama dengan satu tujuan, yaitu memastikan jaminan sosial dan keadilan kerja bagi semua pekerja, tanpa kecuali.

Pidato Jumhur di panggung internasional ini menjadi cerminan kuat bahwa isu-isu pekerja Indonesia kini mendapat perhatian serius dan sejajar dengan negara-negara lain. Dengan membawa semangat solidaritas global dan visi perlindungan sosial yang progresif, delegasi pekerja Indonesia menunjukkan bahwa perjuangan buruh tak pernah lekang oleh waktu, bahkan dalam menghadapi tantangan zaman digital sekalipun.(RYO)