Jakarta, Swararakyat.com – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, terus mengeksplorasi dan menginisiasi penguatan nilai-nilai luhur adat Betawi. Terbaru, ia menggagas pelaksanaan “Haul Ulama dan Tokoh Betawi” yang direncanakan digelar secara besar-besaran di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Gagasan tersebut disampaikan dalam rangka memperkuat tradisi Betawi yang berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan, khususnya tradisi mendoakan, mengenang, dan meneladani akhlak para ulama serta pejuang Betawi.
Inisiatif ini sejalan dengan kehadiran Lembaga Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Jakarta dalam pelestarian adat dan budaya Betawi. Dalam berbagai kesempatan, Pramono bersama MKB telah menghadiri sejumlah agenda kebudayaan Betawi yang dikomandoi Ketua Dewan Adat MKB, Fauzi Bowo.
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain haul Mohammad Husni Thamrin, Festival Bandeng, serta silaturahmi Kaum Betawi.
Menurut Pramono, Haul Ulama dan Tokoh Betawi diharapkan menjadi momentum bersama seluruh masyarakat untuk berdoa, bershalawat, sekaligus mensyiarkan tradisi Betawi demi kebaikan bangsa.
Sementara itu, MKB menyatakan dukungan penuh atas inisiasi tersebut. Lembaga ini menilai gagasan itu sejalan dengan semangat pelestarian dan penguatan identitas budaya Betawi di tengah dinamika modernisasi Jakarta.
Intelektual muda Betawi, Azis Khafia, menilai sejumlah gagasan dan inisiasi Pramono merupakan wujud pemahaman mendalam terhadap nilai dan kearifan Betawi.
“Betawi itu bukan sekadar artifisial dan budaya material, tetapi nilai kearifan sekaligus spirit berpikir dan berperilaku. Saya melihat itu ada pada Pak Pramono,” ujar Azis saat dihubungi.
Ia juga mengutip pernyataan Pramono bahwa Majelis Kaum Betawi tidak boleh hanya menjadi pelaksana kegiatan seremonial semata. “Majelis Kaum Betawi jangan hanya menjadi pelaksana tradisi untuk kegiatan, tetapi harus inheren, masuk ke dalam jantung kita,” kata Azis menirukan.
Azis menegaskan, sejumlah inisiasi Gubernur Pramono dinilai senafas dengan kaidah kejuangan MKB. Karena itu, menurutnya, Pemerintah Provinsi Jakarta dan MKB kini seperti dwitunggal dalam melestarikan dan mengembangkan adat serta budaya Betawi. (*)













