TNI Bubarkan Nobar Film “Pesta Babi” di Ternate

TERNATE – Acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter berjudul “Pesta Babi” yang diselenggarakan di Pendopo Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara, dibubarkan secara paksa oleh aparat TNI.

Pembubaran ini dipicu oleh penilaian bahwa isi film tersebut mengandung unsur provokatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

Kronologi Kejadian

Acara yang diinisiasi oleh sejumlah aktivis dan mahasiswa ini awalnya berjalan dengan tenang. Namun, saat pemutaran film baru berlangsung beberapa menit, sejumlah personel TNI dari Kodim 1501/Ternate mendatangi lokasi.

Petugas meminta panitia untuk segera menghentikan pemutaran film dan membubarkan diri dari area Benteng Oranje.

Aparat menyatakan bahwa penyelenggara tidak memiliki izin resmi untuk mengadakan kegiatan di cagar budaya tersebut, ditambah dengan kekhawatiran terhadap narasi film yang dianggap menyudutkan pihak-pihak tertentu dan berpotensi memicu kegaduhan di masyarakat.

Alasan Pembubaran

Pihak TNI menekankan dua poin utama dalam tindakan tersebut:

Konten Film: Film dinilai memiliki muatan yang tendensius dan provokatif terhadap kebijakan pemerintah dan aparat keamanan, khususnya dalam konteks pengelolaan sumber daya alam.

Lokasi dan Perizinan: Penggunaan Pendopo Benteng Oranje sebagai ruang publik dianggap tidak sesuai prosedur administratif, mengingat lokasi tersebut adalah objek vital sejarah yang berada di bawah pengawasan ketat.

Reaksi Penyelenggara

Pihak panitia menyayangkan tindakan pembubaran tersebut. Mereka berargumen bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kebebasan berekspresi dan ruang belajar bagi warga Ternate untuk memahami isu-isu pembangunan dari sudut pandang yang berbeda. Menurut mereka, film “Pesta Babi” justru memberikan edukasi kritis mengenai dampak industrialisasi terhadap kedaulatan pangan lokal.

Tentang Film “Pesta Babi”

Film “Pesta Babi” (atau judul aslinya The Pig Feast) merupakan film dokumenter karya sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Watchdoc. Film ini merupakan bagian dari seri dokumenter yang menyoroti isu-isu sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia—khususnya terkait konflik agraria, ketahanan pangan, dan marginalisasi masyarakat adat atau lokal.

Film ini sendiri memotret kontradiksi pembangunan di Indonesia, di mana seringkali proyek besar atas nama kemajuan justru mengabaikan hak-hak masyarakat kecil. Judul “Pesta Babi” merupakan metafora terhadap eksploitasi lahan yang hanya menguntungkan kelompok elit tertentu (oligarki) sementara menyisakan kerusakan bagi ekosistem dan warga setempat.

Catatan: Peristiwa ini menambah panjang daftar pembatalan diskusi dan pemutaran film karya Watchdoc di berbagai daerah, yang seringkali berbenturan dengan isu perizinan dan interpretasi konten oleh aparat keamanan.(Red)