Tapanuli Utara – Swararakyat.com |Komitmen Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan wakil Bupati Dr.Deni Lumban Toruan untuk menegakkan kedisiplinan aparatur pemerintah tampaknya belum sepenuhnya dijalankan oleh jajaran di tingkat desa. Salah satu yang kini menuai sorotan adalah Desa Hasibuan, Kecamatan Pagaran, yang dinilai memiliki pola kerja yang tidak mencerminkan pelayanan publik yang baik.
Pantauan Swararakyat.com Jumat, 11 Juli 2025, menunjukkan bahwa kantor Desa Hasibuan dalam kondisi tertutup rapat meski masih dalam jam kerja. Tak terlihat satu pun aparatur desa di lokasi, bahkan lingkungan kantor tampak sepi dan tidak menunjukkan aktivitas pelayanan terhadap masyarakat.
Seorang warga sekitar yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi ini bukan hal baru.
“Memang bukan kali ini saya lihat kantor begitu Amang. Kami masyarakat jadi bingung mau ngurus apa pun,” ujarnya dengan nada kecewa.
Situasi ini sangat kontras dengan semangat reformasi birokrasi yang tengah digaungkan oleh Bupati Taput. Ketidakhadiran aparatur desa di jam kerja dianggap mencerminkan lemahnya kepemimpinan kepala desa dan minimnya pengawasan dari instansi terkait.
Jika pola kerja seperti ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin citra kepemimpinan bupati yang baru saja mendapat mandat rakyat akan tercoreng oleh ulah aparat desa yang tidak disiplin.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Hasibuan belum memberikan keterangan resmi dan belum dapat dihubungi untuk dimintai klarifikasi.
Masyarakat berharap, Dinas PMD Tapanuli Utara dan Bupati Taput segera turun tangan mengevaluasi kinerja Kepala Desa Hasibuan, demi menjaga marwah pelayanan publik dan memastikan penggunaan gaji dari negara sepadan dengan kerja yang diberikan.(Norris)













