Sidoarjo, Swararakyat.com – Tim gabungan Search and Rescue (SAR) terus bekerja tanpa henti mengevakuasi korban runtuhnya gedung musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga Minggu (5/10) pukul 06.30 WIB, 11 jenazah kembali ditemukan dari reruntuhan bangunan empat lantai tersebut.
Penemuan terbaru ini menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 36 orang, sementara satu bagian tubuh (kaki kanan) yang ditemukan pada Sabtu (4/10) masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Kepala Kantor SAR Surabaya Imam Suroso mengatakan, proses pencarian masih terus dilakukan dengan sistem kerja bergantian selama 24 jam.
“Kami berupaya semaksimal mungkin. Hingga pagi ini sudah 36 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi. Tim masih fokus mencari 27 orang lainnya yang diduga tertimbun di area timur bangunan,” ujar Imam dalam keterangannya, Minggu (5/10).
Secara keseluruhan, total korban yang terdata mencapai 167 orang. Dari jumlah tersebut, 140 orang dan satu bagian tubuh telah ditemukan. Rinciannya, 104 orang selamat, terdiri dari satu orang sudah pulang, delapan masih dirawat, dan 95 melanjutkan masa pemulihan.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor, yang turut memantau proses evakuasi di lokasi, menyampaikan duka mendalam atas musibah ini.
“Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa keluarga besar Ponpes Al-Khoziny. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan memastikan seluruh korban mendapat penanganan terbaik, termasuk dukungan bagi keluarga yang kehilangan,” ujarnya.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, Pemadam Kebakaran, Tagana, Baznas, serta relawan dan masyarakat sekitar.
Upaya pencarian dan identifikasi masih berlangsung, dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan. Data jumlah korban disebut bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan. (*)













