Daerah  

MAHAMERU LANTAS, Polres Sumenep Wujudkan Harmoni Masyarakat Yang Empati, Responsif Dan Unggul Dalam Berlalulintas

Sumenep, swararakyat.com –  Ditlantas Polda Jawa Timur bersama Satlantas Polres Sumenep , Dinas Perhubungan Kab. Sumenep, serta Jasa Raharja, di perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru),  ,  menggelar inspeksi angkutan umum, orang, dan pariwisata melalui ramp check kendaraan.

Subditkamsel Ditlantas Polda Jawa Timur tepat pukul 14.30 sampai dengan selesai,  Melakukan inspeksi Rumpchek di Terminal Arya Wiraraja Menjelang Nataru 2025-2026,  pada Kendaraan Bus Layak Beroperasi, Guna terciptanya Kamseltibcarlantas meliputi pemeriksaan fisik kendaraan, kelengkapan administrasi, kondisi teknis, hingga pengecekan fasilitas keselamatan.

Langkah ini untuk memastikan seluruh armada angkutan umum dan wisata benar-benar layak jalan serta memenuhi standar perizinan yang berlaku. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya menciptakan keamanan dan keselamatan transportasi pada momentum libur panjang Nataru.

“Ramp check untuk meningkatkan keselamatan penumpang, mencegah kecelakaan, dan memastikan seluruh kendaraan angkutan umum maupun pariwisata di Lumajang layak beroperasi,” ujar Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K.Kamis (11-12-2025)

Selain memeriksa kendaraan, petugas juga memberikan imbauan kepada pengemudi dan pengelola armada agar selalu tertib berlalu lintas, menjaga kecepatan, serta mematuhi aturan keselamatan berkendara.

“Kami terus mengingatkan pengemudi agar selalu mengecek kondisi kendaraan, dan mengutamakan keselamatan penumpang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP. NINIT TITIS DEWIYANI, S.E. Dengan adanya kegiatan ramp check ini, Polres Sumenep berharap terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman serta kondusif di wilayah Kabupaten Sumenep selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi Kamseltibcarlantas tetap kondusif, Katanya.

“Libur panjang Nataru biasanya memicu peningkatan mobilitas masyarakat. Angkutan umum masih menjadi pilihan utama, sehingga aspek keselamatan harus menjadi prioritas,” tutup Titis (*)