Jakarta,SwaraRakyat.com — Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) terus memperkuat kesiapan menghadapi kontestasi politik nasional. Melalui konsolidasi internal, Pimpinan Nasional (PIMNAS) PKN melakukan pembenahan menyeluruh terhadap struktur Pimpinan Daerah (PIMDA) Provinsi Papua Selatan sebagai langkah strategis menuju Pemilu Legislatif 2029.
Langkah ini merupakan hasil rapat koordinasi di Kantor Pusat PKN, Jakarta, yang menitikberatkan pada penguatan organisasi, efektivitas kepengurusan, serta kesiapan menghadapi tahapan politik, termasuk Verifikasi Faktual (Verfak) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Penataan kepengurusan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Nomor 039/SK/PIMNAS-PKN/IV/2026 untuk masa bakti 2026–2031, yang sekaligus mencabut SK sebelumnya Nomor 030/SK/PIMNAS-PKN/IV/2026. Kebijakan ini diambil guna memastikan arah organisasi lebih solid, terukur, dan selaras dengan visi-misi partai.
Ketua PKN Papua Selatan, Emanuel Eko Priyono pada Jum’at, 1/5/2026 menegaskan bahwa konsolidasi internal menjadi fondasi utama dalam memperkuat posisi partai di daerah.
“Kami berkomitmen membawa PKN Papua Selatan menjadi partai yang solid, progresif, dan siap bersaing dalam setiap kontestasi. Kekompakan, solidaritas, dan semangat gotong royong adalah kunci yang terus kami jaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepengurusan baru akan difokuskan pada pembentukan dan penguatan struktur hingga tingkat Pimpinan Cabang (PIMCAB) dan distrik, agar program partai dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kehadiran PKN harus nyata dan memberi manfaat. Kepentingan rakyat adalah prioritas utama dalam setiap langkah politik kami,” tegas Emanuel.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan PIMNAS PKN, Prayoto Ateng, menyatakan dukungan penuh terhadap konsolidasi yang dilakukan di Papua Selatan. Ia menilai sinergi antar kader menjadi faktor kunci dalam memperluas basis dukungan politik.
“Kami mendorong kerja kolektif seluruh kader dari tingkat provinsi hingga akar rumput. Ini penting untuk memperkuat posisi partai dalam meraih kursi legislatif pada Pemilu 2029,” katanya.
Dari sisi administratif, Sekretaris PKN Papua Selatan, Anton Bambang, menekankan pentingnya kesiapan menghadapi Verfak KPU. Ia meminta seluruh kader bersikap disiplin dan responsif terhadap setiap tahapan yang akan dilalui.
“Kesiapan administrasi adalah syarat mutlak. Kader harus sigap agar PKN dapat lolos verifikasi dan tampil optimal dalam kontestasi 2029,” ujarnya.
PKN Papua Selatan juga menunjukkan komitmen terhadap kesetaraan gender dengan memastikan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam struktur kepengurusan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mendorong partisipasi aktif perempuan dalam politik dan parlemen.
Dengan pembenahan struktur, penguatan organisasi, dan konsolidasi yang berkelanjutan, PKN Papua Selatan optimistis mampu meningkatkan elektabilitas serta membangun fondasi kuat untuk bersaing dan meraih hasil maksimal pada Pemilu Legislatif 2029.(sang)













