By : Imam Juhairi
Sumenep – SwaraRakyat.com,-
Di Kanca Nasional dan Internasional Pemkab Sumenep dikenal Beraneka ragam budaya dan Keseniannya serta wisatanya. Event festival tahunan terus di prioritaskan demi untuk meningkatkan perputaran ekonomi kerakyatan.
Program event festival terus digaungkan sehingga pemkab sumenep mengabaikan dan lupa adanya pemenuhan kebutuhan publik masyarakat kepulauan.
Ironisnya, Hak sebagai Warga Negara khususnya masyarakat kepulauan Masaelmbu tidak terpenuhi akan kebutuhan dasar publik.
Sementara, Daerah Kepulauan sangatlah penting untuk meningkatkan atensi dan dukungan atas kekhususan wilayah kepulauan dan memperbaiki ketertinggalan layanan publik, tetapi dalam bentuknya sekarang ia lebih berpotensi meningkatkan ekonomi ekstraktif daripada melindungi wilayah kelola masyarakat hukum adat, masyarakat tradisional dan masyarakat lokal termasuk nelayan, bahkan tidak mendorong pemulihan ekologis.
Ini bukan sekadar persoalan administrasi rutin, melainkan sosok kegagalan prioritas.
Di satu sisi, di wilayah masyarakat terpencil seperti kepulauan khususnya masalembu masih bergulat dengan keterbatasan listrik , infrastruktur serta layanan kesehatan dan pendidikan yang jauh dari kata layak, ini menyakitkan.
Mindset klasik pemerintah sumenep terus mengulang soal hambatan struktural, administratif, dan regulatif semakin lantang seperti pembenaran yang kehilangan tanpa arah. Dalam benak Masyarakat kepulauan menanyakan, jika semua kendala sudah teridentifikasi dan terintegrasi.
Bagaimana strategi pemerintah kabupaten sumenep agar bisa mengatasi Kepulauan? Lalu Siapa Dalang dibalik festival event yang terus menggelinding tiap tahunnya?
Pemerintahan kabupaten sumenep seakan akan terhipnotis dengan bisikan sang penyihir. Ini adalah disparitas pembangunan daratan dan kepulauan yang akan menjadi preseden buruk terhadap pemerintah kabupaten sumenep atau dampak negatif selamanya.
•
Seharusnya, Pemerintah Kabupaten sumenep berupaya untuk mengurangi ketimpangan ini dan lebih mengedepankan (3 T ) Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.
Seyogyanya, listrik, infrastruktur jalan yang layak, fasilitas layanan kesehatan yang memadai, infrastruktur pelabuhan yang berkualitas baik, tranportasi laut yang layak dan memandai, insfratruktur pos keamanan laut, dan fasilitas pengelolaan hasil perikanan dan pertanian. Ini yang seharusnya diselesaikan bukan festival.
Jika kebutuhan dasar ini belum tersedia, maka event festival yang akan dilaksanakan itu tidak lebih dari sekedar pembodohan pada masyarakat Masalembu dan tidak lebih dari sekadar upaya menutupi citra pemerintah yang telah gagal memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya. Sekali lagi saya minta kepada pemerintah kabupaten Sumenep untuk lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, khususnya di Kepulauan.













