Wamena, Swararakyat.com – Langkah besar menuju percepatan transformasi digital di tanah Papua kembali ditunjukkan pemerintah bersama PT Telkom Indonesia. Sabtu (9/5/2026), Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, dan PT Telkom Indonesia resmi meluncurkan program Jayawijaya Community Gateway di Wamena.

Program ini digadang-gadang menjadi tonggak baru penguatan konektivitas digital di Papua Pegunungan, khususnya bagi wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses komunikasi akibat kondisi geografis yang cukup menantang.

Peluncuran tersebut turut dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, pimpinan BUMN, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, komunitas sosial, pelaku usaha, hingga perwakilan UMKM Papua Pegunungan.
Dalam implementasinya, fasilitas Telkomsat di Wamena akan difungsikan sebagai pusat sentral konektivitas digital yang mendukung distribusi layanan komunikasi dan internet ke berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai, menegaskan bahwa Papua kini tidak lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran, melainkan masa depan Indonesia di kawasan Pasifik.
“Papua memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Kehadiran Jayawijaya Community Gateway hari ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dan PT Telkom Indonesia dalam mempercepat kemajuan Papua melalui penguatan konektivitas digital,” ujar Velix.
Menurutnya, transformasi digital menjadi instrumen penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan, terutama di wilayah pegunungan Papua yang memiliki tantangan geografis cukup besar.
Dengan semakin kuatnya jaringan komunikasi dan akses internet, masyarakat diharapkan dapat menikmati layanan pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, hingga peluang ekonomi digital secara lebih luas dan merata.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Pegunungan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Kementerian Komdigi, PT Telkom Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung penguatan konektivitas digital di daerahnya.
Ia menyebut Papua Pegunungan memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan kopi, peternakan, pariwisata budaya, ekonomi kreatif, hingga kekayaan budaya masyarakat adat yang menjadi identitas pembangunan daerah.
Namun demikian, persoalan infrastruktur dasar, akses pelayanan publik, dan jaringan komunikasi masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama.
“Jayawijaya Community Gateway bukan sekadar membangun jaringan komunikasi, tetapi menjadi pusat kolaborasi digital masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua Pegunungan,” katanya.
Keberadaan fasilitas ini nantinya juga akan mendukung pembelajaran digital, layanan telemedicine, administrasi pemerintahan berbasis elektronik, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia Papua di bidang teknologi informasi.
Tak hanya itu, program ini juga diarahkan untuk mendorong generasi muda Papua menjadi pelaku ekonomi digital, petani modern, wirausahawan kreatif, hingga pemimpin masa depan yang tetap berakar pada budaya lokal.
Di sektor ekonomi, akses digital diharapkan mampu membuka peluang pemasaran produk UMKM dan ekonomi kreatif Papua Pegunungan ke pasar nasional bahkan internasional melalui berbagai platform digital.
Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari lembaga perbankan, BUMN, perguruan tinggi, tokoh adat, tokoh agama, komunitas sosial, hingga pemuda dan perempuan Papua untuk ikut mendukung keberlanjutan program tersebut.
“Apabila konektivitas terus diperkuat, pelayanan publik terus ditingkatkan, dan masyarakat diberdayakan secara maksimal, maka Papua Pegunungan akan tumbuh menjadi wilayah yang maju, damai, sehat, cerdas, dan sejahtera,” pungkas Wakil Gubernur.
Peluncuran Jayawijaya Community Gateway diharapkan menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi digital di Papua Pegunungan sekaligus memperkuat integrasi pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan. (ESH)













