Energi  

Viral! Ferry Koto Ingatkan Bahaya Tabung CNG 3 Kg untuk Rumah Tangga

JAKARTA — Di tengah kajian pemerintah mengenai wacana konversi LPG 3 kg ke Compressed Natural Gas (CNG) untuk menekan subsidi, sebuah edukasi kritis dari pengamat Ferry Koto mendadak viral di media sosial.

Ia mengingatkan adanya risiko keselamatan yang sangat fatal jika gas CNG didistribusikan dalam bentuk tabung ke dapur-dapur rumah tangga.

Melalui visualisasi yang dibagikannya di media sosial X, Ferry Koto membedah perbedaan sifat fisik antara LPG dan CNG yang wajib dipahami oleh masyarakat:

Tekanan Ekstrem 200 BAR: Berbeda dengan LPG yang mudah mencair pada tekanan rendah (5 bar), gas CNG (metana) tidak bisa mencair di suhu ruang. Agar bisa muat dalam tabung ukuran 3 kg, gas CNG harus dimampatkan dengan tekanan super tinggi hingga 200 bar (setara dengan tekanan di kedalaman laut 2 kilometer).

Risiko Ledakan Fisik Sekelas Peluru: Jika tabung LPG bocor, bahaya utamanya adalah kebakaran gas (ledakan kimia). Namun, jika tabung CNG bertekanan 200 bar cacat atau salah penanganan, akan terjadi ledakan fisik instan. Tekanan masif ini mampu merubuhkan bangunan sekitar dan mengubah serpihan tabung baja menjadi proyektil yang terbang secepat peluru.

Tabung Sangat Berat dan Mahal: Untuk menahan beban 200 bar, tabung CNG harus terbuat dari baja utuh yang sangat tebal tanpa sambungan las. Dampaknya, bobot tabung menjadi 3–4 kali lebih berat dari tabung melon saat ini, dengan harga produksi yang sangat mahal mencapai Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per tabung.

Ferry Koto menegaskan bahwa di seluruh dunia, tidak ada negara yang mendistribusikan CNG dalam bentuk tabung retail untuk kebutuhan keluarga karena risikonya yang terlalu tinggi.

Menurutnya, pemanfaatan gas alam yang kaya di Indonesia ini tetap harus didukung, namun dengan metode yang aman.

Solusi terbaiknya adalah melalui jaringan pipa gas (jargas) bertekanan rendah langsung ke rumah warga di daerah dekat sumber gas, bukan dengan membagikan “bom waktu” bertekanan tinggi ke dapur-dapur ibu rumah tangga. (Ren)