Jakarta,SwaraRakyat.com — Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) PMII Jakarta Pusat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pengurus Besar (PB) PMII, Jumat (22/5). Aksi ini menjadi bentuk protes keras terhadap kepemimpinan PB PMII yang dinilai telah mencederai independensi organisasi.

Dalam aksi tersebut, massa tampak mengenakan atribut khas PMII, membawa bendera organisasi dan Merah Putih, serta membentangkan spanduk bernada protes seperti “Jangan Khianati Konstitusi Organisasi” dan “Shofiyullah Cokro Gagal Menjalankan Amanat Organisasi.”
Di tengah cuaca mendung hingga hujan, massa tetap bertahan menyuarakan tuntutannya. Orasi bergantian disampaikan, menyoroti dugaan pelanggaran konstitusi organisasi terkait penunjukan Sekretaris Jenderal PB PMII yang disebut memiliki afiliasi dengan partai politik.
Ketua aksi menyatakan bahwa persoalan ini bukan sekadar polemik jabatan, melainkan menyangkut prinsip dasar PMII sebagai organisasi kader yang menjunjung independensi.
“PMII lahir sebagai organisasi gerakan, bukan alat kepentingan politik praktis. Kalau ruang strategis organisasi diisi oleh figur yang terafiliasi dengan partai politik, maka publik dan kader berhak mempertanyakan independensi organisasi,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.
PC PMII Jakarta Pusat menilai kepemimpinan PB PMII di bawah M. Shofiyullah Cokro telah gagal menjaga marwah organisasi. Mereka menuding kepengurusan saat ini terlalu elitis dan menjauh dari karakter PMII sebagai organisasi pergerakan yang berpihak pada rakyat.

Menurut mereka, di saat kader-kader PMII di daerah aktif mengawal isu pendidikan, demokrasi, penegakan hukum, hingga keadilan sosial, kepemimpinan pusat justru dinilai sibuk dengan manuver politik yang berpotensi mencederai integritas organisasi.
Dalam pernyataan sikapnya, PC PMII Jakarta Pusat menyampaikan sejumlah tuntutan:
- Mendesak evaluasi total terhadap kepemimpinan PB PMII;
- Menuntut peninjauan dan pencabutan penunjukan Sekretaris Jenderal PB PMII apabila terbukti melanggar AD/ART organisasi;
- Mendesak penegakan konstitusi organisasi tanpa kompromi;
- Mengembalikan PMII pada jati dirinya sebagai organisasi kader yang independen dan kritis terhadap kekuasaan.
Massa juga menyampaikan ultimatum kepada PB PMII untuk segera memberikan penjelasan resmi kepada kader di seluruh Indonesia terkait polemik tersebut.
Aksi ini menunjukkan adanya dinamika serius di internal organisasi mahasiswa Islam terbesar tersebut. Isu independensi menjadi titik tekan utama yang kini memantik resistensi dari akar rumput kader.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari PB PMII terkait tuntutan yang disampaikan PC PMII Jakarta Pusat.
Dzikir, Fikir, Amal Sholeh.













