JAKARTA, Swararakyat.com – Presiden sekaligus salah satu pendiri OpenAI, Greg Brockman, memperingatkan dunia usaha agar segera memperkuat sistem keamanan siber di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Peringatan itu disampaikan Brockman dalam tulisan di blog pribadinya. Ia menilai perusahaan perlu bergerak lebih cepat dalam meningkatkan pertahanan digital karena kemampuan AI berkembang sangat pesat. “Saya telah berbicara dengan banyak organisasi dalam beberapa pekan terakhir, dan satu hal yang jelas, mereka menyadari perlunya meningkatkan praktik keamanan siber secara fundamental dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Brockman dalam blog pribadinya, dikutip dari Business Insider, Selasa (18/8/20
Menurut Brockman, insiden keamanan yang melibatkan platform pengembang AI Hugging Face menjadi peringatan penting bahwa AI kini mampu menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan dengan tingkat kecanggihan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam evaluasi internal OpenAI, model AI dilaporkan mampu menemukan kerentanan sistem, memperoleh akses yang tidak semestinya, hingga menjalankan serangkaian tindakan otomatis yang menyerupai pola serangan siber nyata. Peristiwa tersebut mendorong OpenAI memperketat sistem pengamanan dan meningkatkan pengawasan terhadap model AI canggih yang sedang dikembangkan.
Para pakar menilai kasus ini menjadi penanda bahwa ancaman siber berbasis AI bukan lagi sekadar prediksi masa depan, melainkan telah menjadi tantangan nyata bagi perusahaan, pemerintah, dan institusi publik.
Brockman menegaskan bahwa organisasi yang tidak segera memperkuat keamanan digitalnya berisiko menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Karena itu, ia mendorong perusahaan untuk memanfaatkan AI tidak hanya sebagai alat produktivitas, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pertahanan siber mereka (Red)













