JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Sebuah potongan video wawancara dengan peserta aksi demonstrasi mendadak viral di media sosial TikTok setelah jawaban sang demonstran dinilai kontradiktif dan membingungkan publik.
Dalam unggahan akun @fakta_harini, seorang konten kreator tampak memergoki dua massa aksi bermasker yang membawa atribut poster bertulisan kecaman terhadap koruptor. Namun, saat ditanya mengenai tuntutan konkret yang dibawa, jawaban dari massa aksi asal Pati tersebut justru memicu keheranan netizen.
Saat ditanya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), peserta demo tersebut mendesak agar program tersebut dihapuskan dengan alasan merusak ekosistem UMKM. Keheranan netizen makin membuncah ketika pembawa acara menanyakan sikap mereka terhadap RUU Perampasan Aset.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset: Mengejar Harta Kejahatan, Menguji Batas Kekuasaan
Bukannya mendesak pengesahan aturan yang digadang-gadang ampuh memiskinkan koruptor, peserta demo tersebut justru berkali-kali menolak pengesahan RUU Perampasan Aset.
“Tidak usah disahkan,” ujar sang peserta demo saat ditegaskan kembali oleh pewawancara. Ketika ditanya alasannya, ia hanya menjawab singkat bahwa pengesahan aturan tersebut “akan semakin membahayakan.”
Sontak, video tersebut langsung dipenuhi tanggapan warganet di kolom komentar. Banyak netizen yang menyayangkan aksi tersebut karena menilai massa yang turun ke jalan tidak memahami substansi atau isi dari tuntutan yang mereka suarakan sendiri.
Fenomena ini memantik diskusi hangat mengenai efektivitas demonstrasi dan dugaan adanya keberadaan “massa ikut-ikutan” yang di lapangan justru menyuarakan hal yang bertolak belakang dengan agenda pemberantasan korupsi.(Red)













