Demokrasi Harus Dijaga, Terus Bergerak Maju

Anas Urbaningrum menyoroti pentingnya menjaga demokrasi agar tetap sehat, stabil, dan produktif di tengah dinamika politik nasional. (Foto: Istimewa)

Respons Anas Urbaningrum atas pernyataan Budi Arie, mantan Menteri Komdigi, di hadapan Jokowi soal perubahan sebelum 2029.

JAKARTA, SWARARAKYAT.COM – Rilis yang diterima Swararakyat, Rabu (26/8/2026), memuat respons Anas Urbaningrum atas pernyataan Budi Arie, mantan Menteri Komdigi, di hadapan Jokowi mengenai perubahan sebelum 2029.

Baca Juga: Budi Arie Klarifikasi Pernyataan “Lebih Cepat dari 2029”: Minta Maaf dan Tegaskan Bukan Sikap Jokowi

Pertengkaran terkait pernyataan Budi Arie bukanlah hal yang terlalu penting. Sebab, perdebatan semacam itu hanya akan menjadi “perdebatan klise” dan berujung pada “baku pertuduhan”.

Justru yang memiliki urgensi lebih tinggi adalah bagaimana melakukan “modifikasi cuaca politik” secara serius.

Apa langkahnya?

Sungguh saya sarankan beberapa hal.

Pertama, sungguh-sungguh memperbaiki dan meningkatkan prestasi pemerintah. Perbaikan kinerja adalah kunci. Kebijakan yang baik harus diimplementasikan dengan baik dan benar. Hasilnya harus didongkrak sampai titik paling optimal.

Terhadap kebijakan yang mendapatkan kritik, perlu dilakukan evaluasi dan koreksi. Berani melakukan koreksi adalah sesuatu yang baik dan benar, termasuk jika konteksnya berada pada level implementasi.

Kedua, melakukan perbaikan komunikasi pemerintah. Kebijakan yang baik harus dikomunikasikan dengan baik dan indah. Sementara kebijakan yang dikritik mesti ditanggapi dan dijelaskan secara elegan. Residu-residu komunikasi juga penting ditekan hingga sekecil-kecilnya.

Ketiga, Presiden penting untuk menajamkan daya periksa terhadap laporan dan informasi dari seluruh jajaran pemerintahannya. Hal ini berguna untuk menekan munculnya laporan ABS (asal bapak senang).

Laporan yang serba manis harus diperiksa dan ditelaah dengan parameter yang faktual dan objektif. Para pembantu Presiden di bidang periksa dan telaah harus bekerja lebih keras serta berani menyampaikan informasi secara objektif, berbasis data yang otentik.

Presiden membutuhkan informasi yang objektif agar dapat mengambil langkah dan kebijakan yang tepat, bukan informasi yang bersifat kosmetik. Presiden perlu laporan yang objektif-optimis, bukan polesan pemanis.

Jika langkah-langkah tersebut dilakukan, cuaca politik akan termodifikasi menjadi lebih baik, lebih teduh dan stabil. Sebab, fondasinya adalah perbaikan tingkat kepuasan publik.

Demokrasi yang sehat bukan hanya membutuhkan stabilitas dan kedamaian, tetapi juga harus produktif.

Demokrasi kita harus dijaga agar terus bergerak maju, sehat dan produktif. Bukan demokrasi yang maju-mundur, penuh retakan dan sering disertai patahan.

“Berkah demokrasi kita, jangan jadi retakan dan patahan. Energi bangsa ini lebih baik difokuskan dan dicurahkan untuk membangun Demokrasi Produktif.” (*)