JAKARTA, Swararakyat.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai perlu lebih aktif membangun panggung politik jika ingin mempertahankan sekaligus meningkatkan elektabilitas menjelang Pemilu 2029.
Baca Juga: Prabowo Bicara Koalisi, Sinyal Politik Menuju 2029 Mulai Terbaca?
Penilaian itu disampaikan penulis asal Mojokerto, Hasyim Muhammad, melalui akun X pribadinya. Ia membandingkan posisi Anies dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilainya memiliki panggung politik lebih besar karena berada di pemerintahan.
“Seperti yang saya bilang di tulisan saya sebelumnya, Gibran tak akan diam saja. Modal kursi wapres akan terus dimanfaatkan untuk menaikkan elektabilitas,” tulis Hasyim dalam unggahannya pada 30 Agustus 2026.
Menurut Hasyim, Anies saat ini kehilangan panggung politik sehingga perlu mencari cara agar tetap menjadi perhatian publik.
“Jika ingin mempertahankan-bahkan menaikkan-elektabilitasnya, Anies harus kreatif ‘cari gara-gara’ biar muncul terus di media,” ujarnya.
Hasyim menilai gaya politik Anies yang cenderung tenang justru berpotensi membuat mantan Gubernur DKI Jakarta itu semakin jarang diperbincangkan publik.
Ia bahkan menyarankan Anies berani memimpin gerakan, turun ke jalan dan menyampaikan kritik secara lebih tegas.
Hasyim memberikan contoh pernyataan yang menurutnya dapat digunakan Anies ketika berada di tengah demonstran.
“Maaf, kesabaran saya sudah habis. Saya tak bisa lagi memakai cara seperti biasa. Kondisi sudah sangat keterlaluan. Betapa bodohnya kita jika diam melihat kondisi negara seperti ini!” tulisnya.
Hasyim menegaskan, contoh pernyataan tersebut bukan dimaksudkan untuk menilai benar atau salah substansinya, melainkan sebagai gambaran strategi komunikasi politik agar Anies tetap terlihat aktif dan mampu menghimpun dukungan.
“Sayang banget sih jika Juara 2 Pilpres 2024 sekarang elektabilitasnya tertinggal jauh dari KDM menurut survey Tempo,” tulisnya
Ia kemudian mempertanyakan apakah Anies masih memiliki keinginan untuk kembali maju dalam kontestasi Pilpres 2029.
“Pak Anies, apakah Anda sudah nggak mau nyalonin lagi?” tandasnya.
Elektabilitas Anies
Pernyataan Hasyim muncul di tengah hasil survei Tempo Data Science yang menunjukkan peta elektabilitas sejumlah tokoh nasional menuju Pemilu 2029.
Dalam simulasi dengan daftar nama calon, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dengan elektabilitas 42 persen. Presiden Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan 15 persen, disusul Anies Baswedan 10 persen dan Gibran Rakabuming Raka 6 persen.
Survei tersebut dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 terhadap 1.260 responden yang tersebar di 38 provinsi. Dalam simulasi terbuka, Dedi juga berada di posisi teratas dengan 41 persen, diikuti Prabowo 15 persen dan Anies 10 persen.
Di sisi lain, Tempo Data Science mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran pada Agustus 2026 berada di angka 37 persen. Angka tersebut turun dari 75 persen pada Desember 2025 dan 58 persen pada Maret 2026.
Meski demikian, peta elektoral menuju Pemilu 2029 masih sangat dinamis. Hasil survei saat ini belum dapat dijadikan gambaran final mengenai pasangan calon maupun hasil pemilu yang masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang. (*)













