Kreator Asal Kanada Ramalkan Jakarta dan Jawa Diguncang Gempa Akhir Tahun Ini

JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Sebuah unggahan di media sosial mendadak menjadi perbincangan publik setelah seorang kreator konten asal Kanada, Frankie MacDonald, menyampaikan ramalan mengenai potensi gempa bumi magnitudo besar yang disebut bakal mengguncang wilayah DKI Jakarta dan Pulau Jawa sebelum akhir tahun 2026.

Melalui siaran video di akun Facebook pribadinya pada Kamis (3/9/2026), Frankie mengimbau masyarakat di Jakarta dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan. Dalam gaya khasnya yang emosional dan bersemangat, ia menyarankan warga bersiap menghadapi skenario terburuk dengan menyediakan pasokan logistik serta perlengkapan darurat.

Sontak, video tersebut memicu beragam reaksi dari warganet Indonesia. Sebagian merasa cemas, sementara lainnya mempertanyakan keabsahan klaim yang disampaikan oleh sosok yang populer di jagat maya sebagai weather enthusiast atau penggemar cuaca amatir tersebut.

Tidak Ada Dasar Ilmiah

Menanggapi kabar yang beredar, pakar seismologi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara konsisten menegaskan bahwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara pasti. Tidak ada satu pun teknologi maupun ilmuwan di dunia yang mampu menentukan waktu, titik lokasi, dan magnitudo gempa secara akurat.

Frankie MacDonald sendiri dikenal bukan sebagai peneliti, ilmuwan geofisika, atau pengamat bencana dari lembaga resmi. Ia merupakan pembuat konten hiburan dan kewaspadaan cuaca independen dari Kanada yang kerap mengunggah imbauan bencana secara umum ke berbagai negara di dunia.

Klaim keberhasilan prediksinya di masa lalu lebih banyak dipicu oleh faktor keberuntungan statistik dan fenomena confirmation bias. Sebab, wilayah yang sering disorot—seperti Indonesia—memang berada di jalur lingkar gunung api aktif (Ring of Fire) yang secara alami mengalami aktivitas tektonik secara rutin.

Meskipun potensi gempa bumi di Pulau Jawa selalu ada akibat keberadaan sesar aktif dan zona megathrust, masyarakat diimbau untuk tidak menelan bulat-bulat ramalan tanggal pasti yang beredar di media sosial. Publik diminta untuk tetap tenang, meningkatkan mitigasi bencana secara mandiri, dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG.