MOSKWA, SWARARAKYAT.COM — Hubungan kemitraan strategis antara Rusia dan Korea Utara kini memasuki babak baru. Kedua negara secara resmi meresmikan jembatan penyeberangan jalan darat pertama yang membentang di atas Sungai Tumen.
Infrastruktur penyeberangan lintas batas ini dibangun untuk memperlancar akses lalu lintas logistik, perdagangan, hingga mobilitas warga kedua negara secara langsung.
Infrastruktur fisik ini diberi nama Jembatan Yakov Novichenko, mengabadikan nama prajurit Tentara Merah Uni Soviet yang menyelamatkan nyawa pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, dari ledakan granat pada tahun 1946.
Spesifikasi & Kapasitas Penyeberangan
* Panjang & Lebar: Memiliki panjang sekitar 1 kilometer dengan dua lajur kendaraan.
* Penghubung Wilayah: Menghubungkan wilayah Khasan di kawasan Primorye (Rusia) langsung ke Tumangang dekat zona ekonomi Rason (Korea Utara).
* Kapasitas Pergerakan: Dirancang untuk menampung hingga 300 kendaraan per hari. Jalur ini juga terhubung langsung dengan koridor jaringan jalan federal Rusia yang membentang hingga ke Vladivostok dan St. Petersburg.
Baca Juga: Pakar: Rusia Bantah Putin Tegur Prabowo soal Politik Luar Negeri Indonesia
Pentingnya Jalur Baru Bagi Kedua Negara
Sebelum jembatan jalan darat ini resmi beroperasi, akses darat langsung kedua negara sangat terbatas dan bertumpu pada Jembatan Persahabatan (Korea-Russia Friendship Bridge). Jalur tersebut utamanya hanya melayani lalu lintas kereta api yang sudah berdiri sejak 1959.
Dengan hadirnya jembatan darat ini, arus pengangkutan logistik menggunakan truk armada dapat langsung berjalan tanpa harus tergantung pada moda transportasi rel.
Penggunaan jalur untuk angkutan kargo barang dimulai segera setelah peresmian, sementara akses lalu lintas kendaraan penumpang ditargetkan beroperasi penuh.
Proyek ini bermula dari kesepakatan tingkat tinggi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un pada 2024, hingga akhirnya konstruksinya mulai berjalan sejak April 2025. Peresmian jembatan ini kian mempertegas menguatnya poros kerja sama Moskow–Pyongyang di tengah eskalasi geopolitik global.(Ren)













