JAKARTA, SWARARAKYAT.COM – Kemampuan membaca dan menulis menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan peradaban manusia. Melalui baca tulis, pengetahuan tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi dapat dicatat, disimpan, dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Tradisi baca tulis berkembang menjadi sistem dokumentasi pengetahuan yang membentuk pendidikan, ilmu pengetahuan, hukum, ekonomi, hingga kebudayaan.
Dalam sambutannya di acara Uji Kompetensi Wartawan (UKW ), 30 September 2026 diHall Gedung Dewan Pers. Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menyampaikan, “Peradaban bersandarkan tradisi baca tulis, dimana warta atau berita informasi berperan sebagai bentuk peradaban nenek moyang. Perkembangannya berlangsung sejak manusia mengenal sistem tulisan dan terus berkembang hingga revolusi di era digital”.
Saat ini, aktivitas membaca dan menulis berlangsung tidak hanya melalui buku dan surat kabar, tetapi juga melalui perangkat digital. Dalam perkembang beliau menyampaikan bahwa, Tugas Pers adalah melatih dan mendidik masyarakat agar memperoleh berita yang sehat dan bergizi.
Untuk itu dibutuhkan relevansi dan uji kompetensi wartawan. Ditengah ledakan media sosial yang menyebabkan masyarakat sakit dan media pers tersudut.
Masyarakat lebih familiar terhadap sensasi dan kontrovesial.” Beliau juga menyoroti banyaknya aduan dari masyarakat sebanyak 1000 setiap harinya kepada Dewan Pers mengenai profesionalitas wartawan.
Selain menghadirkan Ketua Dewan Pers . Bapak Teguh Santoso sebagai Ketua JMSI juga menyampaikan isu keprihatinan, mengenai dampak perkembangan teknologi AI yang dirasakan terhadap anak muda. “ Mereka lebih akrab dengan Chat GPT yang mempengaruhi hubungan relasi dengan orang tua.” Menutup sambutannya beliau menyampaikan pesan, “sukses menjadi wartawan profesional tidak hanya bermodalkan motivasi dan kepercayaan selain itu dibutuhkan skill kompetensi dan integritas dalam membangun relasi sosial. (ARIO)













