Dari 81,2 ke 44,5 Persen, Kepuasan terhadap Prabowo Terus Menurun

Presiden RI Prabowo Subianto

JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto terus menurun. Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Oktober 2026 mencatat kepuasan sebesar 44,5 persen, merosot dari 81,2 persen pada November 2025.

Dalam pengukuran Februari–Maret 2026, kepuasan masih mencapai 66,4 persen, kemudian turun menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Penurunan hingga Oktober mencapai 36,7 poin persentase dibandingkan November tahun sebelumnya.

Sebaliknya, responden yang menyatakan kurang puas atau tidak puas mencapai 53,4 persen. Angka ini menunjukkan kelompok yang memberikan penilaian negatif lebih besar daripada kelompok yang menyatakan puas.

Ekonomi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan

Survei SMRC mencatat 50,8 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional buruk atau sangat buruk. Pada kelompok ini, kepuasan terhadap Prabowo hanya mencapai 23 persen. Sebaliknya, tingkat kepuasan mencapai 87 persen di antara responden yang menilai kondisi ekonomi baik atau sangat baik.

Penilaian terhadap situasi politik dan penegakan hukum juga berkaitan dengan kepuasan terhadap presiden. Pada kelompok yang menilai situasi politik buruk atau sangat buruk, kepuasan hanya mencapai 24 persen. Angka serupa ditemukan pada kelompok yang memberikan penilaian negatif terhadap penegakan hukum.

Temuan tersebut menjadi catatan bagi pemerintah bahwa persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan hukum berjalan beriringan dengan penilaian terhadap kepemimpinan nasional.

Meski demikian, hasil survei tidak membuktikan satu faktor sebagai penyebab tunggal penurunan kepuasan. Pemerintah perlu mencermati persoalan yang menjadi perhatian publik melalui evaluasi kebijakan dan perbaikan pelaksanaan program.

Survei Libatkan 1.213 Responden

Survei SMRC dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.213 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon dan tatap muka, dengan perkiraan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, berdasarkan asumsi pengambilan sampel acak sederhana.

Penurunan kepuasan ini menjadi indikator perubahan persepsi publik yang patut dicermati menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo. (ESH)