“Ana & Semangkok Mie Ayam” Masuk 10 Besar MADFEST Merah Putih, Angkat Kisah Pekerja UMKM

Film pendek “Ana & Semangkok Mie Ayam” yang mengangkat kisah kehidupan pekerja UMKM dalam Festival Film Pendek MADFEST Merah Putih 2026. (Dok. zamvic production)

JAKARTA, Swararakyat.com – Film pendek “Ana & Semangkok Mie Ayam” yang diproduseri Anton Ekaputra dan Dedi Supriadi berhasil masuk jajaran 10 besar MADFEST Merah Putih 2026. Film tersebut mengangkat kisah pekerja UMKM dan menjadi salah satu karya yang mendapat perhatian dalam festival film pendek tersebut.

Malam Anugerah Aspirasi MADFEST Merah Putih 2026 digelar di Jakarta pada Selasa (Foto: Istimewa)

Meski berhasil masuk 10 besar, “Ana & Semangkok Mie Ayam” belum berhasil melaju ke lima besar. Bagi tim produksi, capaian tersebut tetap menjadi pengalaman penting sekaligus bahan evaluasi untuk pengembangan karya berikutnya.

Malam Anugerah Aspirasi MADFEST Merah Putih 2026 digelar di Jakarta pada Selasa (18/8/2026). Dalam ajang tersebut, panitia menetapkan lima karya sebagai penerima penghargaan utama dari 10 film yang masuk nominasi.

Lima film yang meraih penghargaan utama yakni “Kandang yang Tak Menunduk”, “Lelah”, “Antrian Nomer Kematian”, “Rastra Sewa Kotama”, dan “Dilema”. Sementara itu, lima film nominasi lainnya tetap mendapatkan apresiasi dari panitia sebagai bagian dari karya yang berhasil menembus 10 besar MADFEST Merah Putih 2026.

Masuknya “Ana & Semangkok Mie Ayam” ke jajaran 10 besar menjadi pencapaian tersendiri bagi Anton Ekaputra dan Dedi Supriadi selaku produser. Film tersebut mengangkat kehidupan pekerja UMKM dan menunjukkan bagaimana realitas kehidupan masyarakat dapat dituangkan ke dalam cerita melalui medium film pendek.

Bagi tim produksi, pengalaman mengikuti MADFEST Merah Putih 2026 menjadi bekal untuk terus mengembangkan karya. Tidak lolos ke lima besar menjadi bagian dari proses evaluasi dan pembelajaran untuk menghasilkan film yang lebih kuat pada kesempatan berikutnya.

MADFEST Merah Putih 2026 menjadi ruang bagi para pembuat film untuk menyampaikan berbagai cerita dan aspirasi masyarakat melalui karyal sinema. (ESH)