Film Jokowi is me, Tak Menceritakan Jokowi, Film Ini Justru Mengisahkan Mereka yang Terinspirasi Olehnya

Foto: Istimewa

Jakarta, Swararakyat.com – Film “Jokowi Is Me” mengangkat kisah sekelompok anak muda yang pernah bertemu dengan Jokowi saat masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta ketika mereka masih duduk di bangku sekolah. Pertemuan singkat itu meninggalkan kesan mendalam dan menjadi sumber inspirasi bagi perjalanan hidup mereka hingga dewasa.

Seiring waktu, masing-masing tokoh menjalani kehidupan dengan jalan yang berbeda. Namun, pengalaman bertemu sosok Jokowi yang sederhana, dekat dengan rakyat, dan penuh semangat kerja keras terus membekas dalam ingatan mereka. Dari sanalah muncul inisiatif untuk kembali bertemu dengan mantan Presiden RI ke-7 tersebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas perjalanan hidup mereka sendiri.

Kisah inspiratif ini akan dihadirkan ke layar lebar melalui film “Jokowi Is Me”, yang diproduksi oleh Trilogic Pictures bersama PT Cakramedia Teknologi Indonesia. Film ini disutradarai oleh Ekadi Katili, dengan Utje Gustaaf Patty sebagai Executive Producer,ferdiansyah rusman sebagai produsr dan Ajat Sudrajat sebagai Produser Pelaksana. Produksi film ini merupakan inisiatif bersama RJ2 Rumah Juang Nusantara dan Baramuda Indonesia.

Berbeda dengan film biografi pada umumnya, “Jokowi Is Me” tidak berfokus pada perjalanan hidup Joko Widodo sebagai tokoh utama. Sebaliknya, film ini menyoroti para tokoh muda yang terinspirasi oleh sosok Jokowi dan bagaimana nilai-nilai kesederhanaan, kerja keras, serta ketekunan itu membentuk cara pandang mereka dalam menjalani hidup.

“‘Jokowi Is Me’ bukan sekadar cerita tentang Jokowi, melainkan tentang anak-anak muda yang menemukan inspirasi dari sosok pemimpin sederhana namun mampu membawa perubahan besar. Film ini ingin menunjukkan bahwa semangat dan nilai-nilai baik bisa menular dan membentuk masa depan seseorang,” ujar Sutradara Ekadi Katili.

Producer Ferdiansyah Rusman mengatakan, film ini diharapkan menjadi karya yang mampu menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus bermimpi, berjuang, dan percaya bahwa kesederhanaan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak kisah yang dekat dengan kehidupan nyata dan mampu membangkitkan optimisme. Melalui film ini, kami ingin menghadirkan cerita tentang bagaimana sosok sederhana seperti Jokowi dapat memberi pengaruh besar bagi anak-anak muda yang pernah bertemu dengannya,” katanya.

Sementara itu, inisiator produksi dari RJ2 Rumah Juang Nusantara dan Baramuda Indonesia menilai film ini menjadi ruang refleksi bagi masyarakat tentang arti kepemimpinan, pengabdian, dan semangat pantang menyerah yang dapat menginspirasi generasi berikutnya.

Industri perfilman Indonesia sebelumnya juga pernah mengangkat sosok Presiden ke-7 RI tersebut melalui film “Jokowi” pada 2013 dan “Jokowi Adalah Kita” pada 2014. Namun, “Jokowi Is Me” menawarkan pendekatan yang berbeda. Film ini tidak menceritakan biografi Jokowi, melainkan kisah para tokoh yang terinspirasi oleh sosoknya sebagai pemimpin sederhana yang sukses memimpin negara.

Melalui narasi yang humanis dan dekat dengan kehidupan masyarakat, “Jokowi Is Me” diharapkan menjadi lebih dari sekadar tontonan. Film ini ingin menjadi pengingat bahwa inspirasi bisa datang dari pertemuan sederhana, dan bahwa pengalaman kecil di masa sekolah dapat tumbuh menjadi semangat besar yang membentuk masa depan.

Jajaran pemain, lokasi syuting, serta jadwal penayangan film akan diumumkan dalam waktu dekat oleh tim produksi. Namun satu pesan yang sudah ingin disampaikan sejak awal adalah bahwa “Jokowi Is Me” bukan tentang biografi Jokowi, melainkan tentang anak-anak muda yang terinspirasi oleh sosoknya dan berusaha menemukan makna hidup dari nilai-nilai yang ia tunjukkan. (*)