Banjir Lumpuhkan Jakarta Utara, Saluran Tersumbat Dan Pompa Tak Mampu Menahan Debit Air

Jakarta Utara,SwaraRakyat.com – Banjir yang mengepung hampir seluruh akses utama Jakarta Utara sejak Senin pagi bukan sekadar akibat hujan lebat. Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan kombinasi saluran air tersumbat, pompa kewalahan, dan limpasan dari kawasan hulu memperparah genangan yang kini mencapai 50–80 sentimeter di sejumlah titik.

Pantauan di Jalan Gaya Motor Raya sekitar pukul 08.30 WIB memperlihatkan air cokelat pekat mengalir lambat di tengah jalan. Kendaraan roda dua nyaris tak bisa melintas, sementara truk dan mobil pribadi terpaksa memutar arah. Beberapa warga tampak mendorong motor yang mogok setelah memaksa menerobos genangan.

“Air mulai naik sejak subuh, tapi sekitar jam enam langsung melonjak. Dalam satu jam sudah setinggi lutut,” ujar Rudi (43), warga setempat yang rumahnya hanya berjarak puluhan meter dari badan jalan.

Tim di lapangan menemukan saluran drainase penuh lumpur dan sampah plastik, menyebabkan air hujan tak bisa mengalir ke kali penghubung. Di beberapa titik, air bahkan meluap balik ke jalan karena gorong-gorong tersumbat total.

Tak jauh dari lokasi, sebuah rumah pompa air masih beroperasi, namun debit air yang masuk terlihat jauh lebih besar dibanding kemampuan pompa membuangnya. Aliran air dari wilayah hulu Jakarta dan kawasan industri sekitar ikut menambah tekanan.

“Kami lihat air dari arah Pluit dan Kali Sunter juga naik. Jadi bukan cuma hujan di sini, tapi kiriman dari atas,” kata seorang petugas lapangan yang enggan disebutkan namanya.

Akibat kondisi tersebut, aktivitas warga praktis lumpuh. Angkutan umum berhenti beroperasi di beberapa ruas, pekerja terlambat masuk kantor, dan sejumlah toko terpaksa tutup karena air mulai masuk ke area usaha.

Hingga pukul 09.00 WIB, hujan masih turun dengan intensitas tinggi. Warga mulai mengamankan barang-barang berharga dan memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi.

Situasi ini memunculkan kembali persoalan klasik Jakarta Utara: ketergantungan pada pompa, buruknya sistem drainase, dan rendahnya daya tampung kawasan pesisir terhadap limpasan air besar.

Warga diimbau tetap waspada dan segera menghubungi 112 jika membutuhkan bantuan darurat.(sang)