Jakarta, Swararakyat.com – Kementerian PPN/Bappenas bersama Asian Development Bank (ADB), Institute for Essential Services Reform (IESR), dan Pemerintah Australia meluncurkan Buku Putih “Mewujudkan Masa Depan Bisnis Berkelanjutan melalui Pemberdayaan UMKM Hijau” di Jakarta, Selasa (16/9).

Dokumen ini memuat analisis, peta jalan, dan rekomendasi penguatan regulasi, pembiayaan hijau, standar klasifikasi, serta adopsi teknologi untuk mendukung UMKM bertransformasi menuju bisnis berkelanjutan.
Wamen PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan lima strategi utama: peningkatan kapasitas SDM, penyusunan peta jalan, adopsi teknologi dan inovasi, penyediaan insentif, dan reformasi regulasi. “Keberhasilan strategi ini hanya bisa dicapai dengan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dunia usaha, dan masyarakat,” tegasnya.
Deputi Bappenas Maliki menyebut peluncuran Buku Putih ini menjadi tonggak penting menuju ekonomi hijau dan inklusif. Buku Putih ini akan menjadi acuan bagi Kementerian UMKM dalam penyusunan panduan dan standar pengembangan UMKM hijau.
Kepala Perwakilan ADB di Indonesia, Jiro Tominaga, menilai UMKM bisa menjadi garda terdepan transisi hijau melalui kredit hijau dan pendampingan. CEO IESR, Fabby Tumiwa, menambahkan praktik efisiensi energi dan pengelolaan limbah dapat meningkatkan profitabilitas UMKM, namun akses pembiayaan hijau perlu diperluas.
Plt. Wakil Dubes Australia, Jonathan Gilbert, menegaskan dukungan pemerintah Australia melalui Sustainable Infrastructure Assistance Program (SIAP) untuk implementasi Buku Putih ini.
Bappenas menegaskan komitmennya memperkuat peran UMKM hijau sebagai motor penggerak ekonomi inklusif menuju Indonesia Emas 2045, sejalan dengan RPJPN 2025–2045 dan target Sustainable Development Goals. (*)













