Jakarta,SwaraRakyat – Di tengah gegap gempita perayaan 80 tahun Kemerdekaan RI, ratusan petani dan masyarakat adat Tano Batak ngumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta 18 Agustus 2025. Mereka bareng-bareng teriak: “Hentikan perampasan tanah, perbudakan, dan kerusakan lingkungan yang dilakukan PT Toba Pulp Lestari (TPL)!”
Aksi ini digelar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) bareng Serikat Petani Pasundan (SPP), Pemersatu Petani Cianjur (PPC), Pergerakan Petani Banten (P2B), plus jemaat HKBP dari Jakarta, Bekasi, dan Banten. Intinya: rakyat bersatu dukung perjuangan masyarakat adat Tano Batak yang udah lama kehilangan tanah dan ruang hidup gara-gara ekspansi TPL.

Kenapa Mereka Protes?
Sekjen KPA, Dewi Kartika, bilang ini bukan sekadar konflik biasa. “Dalam UUPA 1960, tanah itu bukan komoditas ekonomi semata. Harus hormati hak asal-usul, jangan ada monopoli tanah, apalagi manusia diperas di atas manusia lain,” ujarnya.
Mereka menuding PT TPL sudah bikin 5 dosa besar:
-
Merampas tanah adat 23 komunitas di 12 kabupaten, totalnya 33 ribu hektar.
-
Melakukan kekerasan terhadap masyarakat adat.
-
Menghancurkan hutan & lahan pertanian, diganti hutan eukaliptus buat industri.
-
Praktik kerja ala perbudakan modern terhadap buruh.
-
Adu domba rakyat dengan pekerja TPL biar konflik makin runyam.
Bahkan, menurut KPA, operasi TPL ini cacat hukum tapi masih aja difasilitasi pemerintah.
Momentum 80 Tahun Merdeka
Aksi ini digelar pas ulang tahun ke-80 Indonesia merdeka, biar pemerintah nggak lupa cita-cita awal bangsa: tanah dan sumber daya buat rakyat, bukan cuma korporasi.
“Kalau pemerintah serius jalankan Reforma Agraria sesuai UUPA 1960 dan putusan MK, maka masyarakat adat, petani, dan pekerja bisa hidup lebih sejahtera,” tegas Dewi.
Fakta Pahit
Kasus TPL ini ternyata bukan satu-satunya. Data KPA nunjukin: 10 tahun terakhir, lebih dari 1,8 juta orang – petani, masyarakat adat, nelayan, perempuan, hingga rakyat miskin kota – jadi korban perampasan tanah di seluruh Indonesia.
Tuntutan Rakyat
Mereka minta pemerintah tegas: segera hentikan operasi TPL, pulihkan hak masyarakat adat Tano Batak, dan jalankan Reforma Agraria.
👉 Catatan: Aksi ini digelar bareng Gereja HKBP Jakarta, Bekasi, Banten, Koalisi Rakyat Tutup TPL, KSPPM, AMAN, JKLPK, dan YFAS.
Narahubung:
📞 Dewi Kartika – Sekjen KPA (0813-9447-5484). (sang)











