Dapur MBG Jadi Sorotan, Said Abdullah Desak Evaluasi, Dedi Mulyadi Usul Sekolah Jadi Solusi

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat

Jakarta,SwaraRakyat.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam,30/09/2025. Setelah mencuatnya lebih dari 5.600 kasus keracunan anak sekolah, sejumlah pihak mendesak agar sistem distribusi dan pengelolaan makanan segera dievaluasi total.

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, menilai masalah utama bukan sekadar soal anggaran, melainkan aspek higienitas dan sanitasi dapur. Dari lebih 9.000 dapur SPPG (Satuan Pusat Pengelola Gizi) yang ada, hanya 34 yang memiliki sertifikasi resmi.

“Dari 5.823 kasus keracunan, ternyata yang punya lisensi higienis dan sanitasi tidak lebih dari 34 dapur. Jadi, ribuan dapur lain beroperasi tanpa sertifikasi resmi. Ini kondisi darurat,” tegas Said. Ia pun mendorong agar pemerintah mengambil “opsi ekstrem” dengan memindahkan dapur MBG langsung ke sekolah-sekolah.

Menurut Said, jika dapur dikelola langsung di sekolah, pelaksanaan program akan lebih kredibel, terawasi, dan gizi anak-anak lebih terjamin. “Kalau di sekolah itu lebih make sense, lebih terjaga soal sanitasi, penyalurannya lebih cepat,” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga sejalan dengan gagasan itu. Ia menegaskan guru tidak boleh lagi mencicipi makanan sebelum dibagikan, karena pengawasan penuh harus dilakukan tim teknis yang berwenang.

“Mencicipi bukan jaminan kelayakan pangan. Semua harus diuji secara profesional, mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga distribusi,” kata Dedi. Ia pun mengusulkan dapur MBG didirikan di sekolah-sekolah yang jumlah siswanya lebih dari 1.000 orang.

Said Abdullah sebelumnya menilai beban SPPG terlalu berat karena harus menyiapkan hingga 3.000 porsi makan per hari. Menurutnya, rantai distribusi terlalu panjang dan rawan masalah. “Kalau berani, pemerintah siapkan dapur MBG langsung di sekolah. Kantin direhab, sanitasi dicek, guru bisa ikut mengawasi, dan anak-anak lebih aman,” ungkapnya.

Desakan ini muncul di tengah keprihatinan publik atas ribuan kasus keracunan yang menimpa siswa. Jika pemerintah berani melakukan langkah ekstrem ini, program MBG bukan hanya soal makan gratis, tapi juga jaminan gizi dan keselamatan generasi masa depan.(sang)