JAKARTA, Swararakyat.com – Ketua Umum Baramuda 08, Rhesa Yogaswara, mengingatkan seluruh pihak agar tidak terpancing narasi yang berupaya membenturkan Budi Arie Setiadi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Rhesa menilai dinamika politik dan perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi pertentangan yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan.
“Jangan terpancing untuk membenturkan Pak Prabowo,” ujar Rhesa saat dihubungi Swararakyat.com, Selasa (25/8/2026).
Menurut Rhesa, hubungan dan komunikasi antartokoh maupun elemen politik perlu ditempatkan secara proporsional. Ia berharap perbedaan pandangan antara Budi Arie dan pemerintah tidak dimanfaatkan untuk membangun narasi yang mempertentangkan keduanya.
Rhesa juga menyampaikan pesan kepada Budi Arie maupun pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah agar kritik tetap disampaikan secara konstruktif.
“Kepada Budi Arie atau pihak-pihak yang berseberangan, kritik yang konstruktif dan membangun tentunya sangat diharapkan,” katanya.
Ia menegaskan, kritik merupakan bagian penting dari kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan. Kritik yang disampaikan secara proporsional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat justru dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam memperbaiki kebijakan.
Rhesa berharap seluruh elemen masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan pernyataan maupun informasi yang beredar di ruang publik. Menurutnya, perbedaan sikap politik tetap dapat disampaikan secara terbuka tanpa harus mempertentangkan satu tokoh dengan tokoh lainnya.
“Yang penting jangan sampai Budi Arie dibenturkan dengan Pak Prabowo,” tegas Rhesa.
Ia menambahkan, Baramuda 08 akan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta mendorong terciptanya suasana politik yang kondusif dan demokratis. (*)













