Taput – Swararakyat.com | Pengerjaan fisik rabat beton yang bersumber dari Dana Desa Pancur Batu, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Tahun Anggaran 2025 diduga dikerjakan asal jadi. Pantauan awak media Selasa, 23 Juli 2025, menunjukkan bahwa rabat beton tersebut sudah mengalami kerusakan meski baru saja selesai dikerjakan.
Kerusakan terlihat jelas di sejumlah titik, di mana permukaan rabat beton tampak mengelupas dan berlobang bahkan batu kerikil muncul ke permukaan. Dugaan kuat, penggunaan material tidak sesuai spesifikasi teknis. Bahkan pasir yang digunakan terindikasi tidak diayat terlebih dahulu sebelum dicampur, yang dapat memengaruhi kualitas struktur bangunan.
“Saya lihat sendiri pengerjaannya memang kurang pas. Mungkin campuran semennya juga tidak sesuai,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan pengawasan dari aparat desa, termasuk kepala desa, yang dinilai abai dalam memastikan kualitas pembangunan menggunakan dana publik.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Pancur Batu Ranto Simanjuntak, belum memberikan tanggapan .
Masyarakat mendesak Inspektorat Tapanuli Utara agar segera turun ke lokasi guna melakukan audit teknis terhadap pekerjaan tersebut. Diharapkan, jika ditemukan pelanggaran, pekerjaan segera diperbaiki dan pihak yang bertanggung jawab diberikan sanksi tegas. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa menjadi harapan utama masyarakat Pancur Batu.(Norris Hutapea)













