Jakarta,SwaraRakyat.com – Di tengah belum dimulainya tahapan resmi Pemilu 2029, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) mulai melakukan konsolidasi organisasi secara nasional. Ketua Umum PKN, Gede Pasek Suardika, menegaskan partainya akan memfokuskan diri pada penguatan struktur, kaderisasi, dan pemenuhan seluruh persyaratan administratif guna memastikan PKN kembali menjadi peserta pemilu pada 2029.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat proses verifikasi partai politik bukan sekadar formalitas, melainkan tahapan yang menuntut kesiapan organisasi secara menyeluruh dari tingkat pusat hingga daerah.
“Hari ini kami tidak sedang berbicara tentang euforia politik, melainkan tentang kesiapan organisasi. PKN pernah melewati proses yang tidak mudah untuk menjadi peserta Pemilu 2024, dan pengalaman itu menjadi modal berharga untuk menghadapi Pemilu 2029,” ujar Gede Pasek Suardika dalam keterangannya Pada Sabtu 30/5/2026
Hingga saat ini, belum ada angka resmi mengenai jumlah partai politik yang akan mendaftar sebagai peserta Pemilu 2029. Tahapan pendaftaran dan verifikasi partai politik diperkirakan baru akan dimulai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 2027 menjelang penyelenggaraan pemilu berikutnya.
Namun berdasarkan data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, terdapat sekitar 75 hingga 76 partai politik yang berstatus badan hukum di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian yang masih aktif menjalankan roda organisasi secara penuh. Seluruh partai berbadan hukum tetap diwajibkan mengikuti proses pendaftaran, verifikasi administrasi, dan verifikasi faktual untuk memperoleh status sebagai peserta pemilu.
Menurut Gede Pasek, fakta tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan eksistensi partai politik bukanlah perkara mudah. Banyak partai yang memiliki legalitas, tetapi tidak lagi memiliki aktivitas organisasi yang memadai untuk mengikuti kontestasi politik nasional.
“Kami bersyukur PKN tetap berdiri, tetap bergerak, dan tetap memiliki semangat untuk bertumbuh. Dalam dinamika politik yang terus berubah, menjaga keberlangsungan organisasi adalah pencapaian yang tidak boleh dianggap sederhana,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan kantor pusat PKN yang tetap beroperasi di Jalan Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, memiliki makna simbolik tersendiri bagi perjalanan partai.
“Menteng bukan sekadar alamat. Di sana ada sejarah, ada semangat, dan ada komitmen yang terus kami jaga. PKN tetap berada di tempat kami memulai perjuangan politik dan terus mempersiapkan diri untuk langkah yang lebih besar,” ujarnya.
Sebagai partai yang telah menjadi peserta Pemilu 2024, PKN memiliki pengalaman langsung dalam memenuhi berbagai persyaratan kepemiluan. Menurut Gede Pasek, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi proses verifikasi berikutnya yang diperkirakan tidak akan lebih ringan.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar partai politik bukan hanya membentuk kepengurusan, tetapi memastikan seluruh struktur organisasi berjalan efektif dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan penyelenggara pemilu.
“Syarat di atas kertas memang terlihat sederhana. Tetapi ketika harus memastikan struktur berjalan dari pusat hingga kecamatan, ditambah pemenuhan keanggotaan dan verifikasi faktual, dibutuhkan kerja kolektif yang serius dan berkesinambungan,” jelasnya.
Untuk itu, PKN berencana melakukan penataan dan penguatan struktur kepengurusan nasional pada Agustus mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan awal menghadapi tahapan pendaftaran partai politik ke KPU.
Gede Pasek menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan kader-kader yang tidak hanya bersedia masuk dalam struktur organisasi, tetapi juga memiliki komitmen untuk menjalani seluruh proses verifikasi yang akan dilakukan secara faktual.
“Kami membutuhkan orang-orang yang siap bekerja, bukan sekadar tercantum dalam daftar kepengurusan. Ketika verifikasi dilakukan, yang dibutuhkan adalah kesungguhan dan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Dalam membangun organisasi, PKN mengusung pendekatan yang dirumuskan dalam tiga kata kunci: Simple, Silent, Success. Strategi tersebut menekankan pentingnya kerja nyata dibandingkan sekadar membangun kegaduhan politik di ruang publik.
“Kami memilih bekerja secara sederhana, bergerak secara tenang, dan fokus pada hasil. Politik tidak selalu harus ramai. Kadang yang paling penting adalah memastikan organisasi tumbuh dan tujuan dapat dicapai,” katanya.
Di tengah proses konsolidasi tersebut, Gede Pasek juga menyampaikan penghormatan kepada kader maupun pengurus yang memilih jalan politik berbeda. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan demokrasi dan tidak boleh menghilangkan semangat persaudaraan.
“Kami mendoakan sahabat-sahabat yang memilih jalan berbeda agar tetap sukses di tempat pengabdiannya masing-masing. Politik boleh berbeda, tetapi persaudaraan harus tetap terjaga,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa pada pengalaman sebelumnya, sejumlah tokoh nasional justru bergabung setelah PKN dinyatakan lolos verifikasi dan resmi menjadi peserta pemilu. Karena itu, fokus utama partai saat ini bukan pada perekrutan figur semata, melainkan memastikan fondasi organisasi berdiri kuat terlebih dahulu.
“Ketika organisasi kuat, ruang pengabdian akan terbuka dengan sendirinya. Banyak tokoh akan datang ketika mereka melihat keseriusan, konsistensi, dan arah perjuangan yang jelas,” katanya.
Bagi PKN, Pemilu 2029 bukan sekadar agenda elektoral lima tahunan. Momentum tersebut dipandang sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa partai yang dibangun dari kerja keras kader dapat terus berkembang dan mengambil peran lebih besar dalam demokrasi Indonesia.
Karena itu, seluruh proses konsolidasi yang dilakukan saat ini diposisikan sebagai investasi politik jangka panjang untuk memperkuat kelembagaan partai sekaligus memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat.
“Kami yakin, kami jalani, dan kami bersiap membuat sejarah kembali. Semua perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil. PKN dibangun oleh orang-orang yang mungkin sederhana, tetapi memiliki semangat pengabdian yang besar bagi Nusantara dan Republik Indonesia,” pungkas Gede Pasek.
Dengan waktu sekitar dua tahun sebelum tahapan pendaftaran partai politik dimulai, PKN kini memfokuskan diri pada penguatan organisasi, perluasan basis kader, dan peningkatan kapasitas kelembagaan sebagai modal menghadapi kontestasi politik nasional pada Pemilu 2029.(sang)













