Koperasi Cita Nusantara, APRESIASI NUSANTARA dan Komunitas Cikartani Luncurkan “Program Putih” untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045.

Bandung – 21 Juni 2026, Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia kembali mendapat dorongan melalui peluncuran Program Putih: “Satu Gelas Susu Setiap Hari, Generasi Sehat, Ekonomi Kuat untuk Indonesia Emas 2045.” Program ini diinisiasi oleh Koperasi Cita Nusantara (ACN) bersama Asosiasi Peternak dan Pedagang Daging Sapi Segar Nusantara (APRESIASI NUSANTARA) dan Komunitas Cikartani, sebagai gerakan nasional yang mengintegrasikan aspek kesehatan, gizi, pemberdayaan peternak, hingga penguatan ekonomi rakyat.

Peluncuran Program Putih dilakukan di Bandung sebagai bentuk komitmen berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Gerakan ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membudayakan konsumsi satu gelas susu setiap hari, khususnya bagi balita, anak usia sekolah, hingga remaja sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut para penggagas, Program Putih tidak hanya berorientasi pada peningkatan konsumsi susu nasional, tetapi juga menjadi strategi membangun ekosistem peternakan sapi perah yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya konsumsi susu masyarakat, permintaan terhadap susu segar produksi dalam negeri akan tumbuh, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat koperasi, mengembangkan industri pengolahan susu, serta menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor.

Program tersebut dinilai memiliki pendekatan yang lebih sederhana, efisien, dan mudah diawasi dibandingkan berbagai program pemenuhan gizi yang memerlukan proses distribusi makanan lengkap. Produk susu yang telah melalui proses pasteurisasi maupun UHT memiliki standar mutu yang seragam, mudah didistribusikan hingga ke daerah, memiliki masa simpan yang lebih panjang, serta kandungan gizinya dapat dipastikan tetap terjaga hingga diterima oleh anak sebagai penerima manfaat.

Selain memberikan manfaat kesehatan berupa peningkatan asupan protein, kalsium, vitamin D, vitamin B12, dan berbagai mineral penting lainnya, Program Putih juga diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Meningkatnya kebutuhan susu akan mendorong berkembangnya sektor penyedia pakan ternak, pembibitan sapi perah, koperasi peternak, industri pengolahan susu, pelaku UMKM berbasis produk susu, sektor logistik rantai dingin, hingga perdagangan ritel. Efek berganda tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi dari tingkat desa hingga nasional.

Komunitas Cikartani, yang selama ini dikenal mengembangkan ekosistem peternakan terintegrasi berbasis supply chain management, supply chain finance, dan ekonomi sirkular, memandang Program Putih sebagai bagian dari pembangunan ekosistem agribisnis nasional. Melalui sinergi antara peternak, koperasi, industri, lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku susu.

Program Putih juga diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk mendukung keberhasilan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi anak sejak dini, diharapkan akan lahir generasi yang lebih sehat, memiliki kemampuan belajar yang lebih baik, produktif, dan siap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional pada masa mendatang.

Peluncuran Program Putih menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi lintas sektor. Keberhasilan gerakan ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif koperasi, asosiasi peternak, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dunia perbankan, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan budaya minum susu sebagai bagian dari gaya hidup sehat bangsa Indonesia.

Ketua Koperasi Cita Nusantara (ACN), Wahyu Adi Nugraha, mengatakan bahwa Program Putih merupakan gerakan bersama yang menghubungkan kepentingan pembangunan kesehatan masyarakat dengan penguatan ekonomi kerakyatan.

Program Putih bukan sekadar mengajak anak-anak minum susu setiap hari. Gerakan ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus menciptakan kepastian pasar bagi peternak sapi perah nasional. Ketika konsumsi susu meningkat, maka peternak memperoleh manfaat ekonomi, industri berkembang, UMKM tumbuh, dan masyarakat mendapatkan gizi yang lebih baik. Inilah semangat ekonomi gotong royong yang ingin kami bangun menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Wahyu Adi Nugraha.

Sementara itu, Ketua Umum APRESIASI NUSANTARA, Ahmad Baehaqi Ar., S.P., menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tidak dapat dipisahkan dari penguatan sektor peternakan sebagai salah satu pilar utama pembangunan bangsa.

Indonesia membutuhkan sebuah gerakan nasional yang mampu mempertemukan kepentingan kesehatan masyarakat dengan kesejahteraan peternak. Program Putih adalah solusi yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga menggerakkan seluruh rantai nilai industri peternakan, mulai dari penyedia pakan, peternak, koperasi, industri pengolahan, distribusi, hingga UMKM. Kami berharap gerakan ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan Indonesia,” kata Ahmad Baehaqi Ar., S.P.

Ia juga menambahkan bahwa APRESIASI NUSANTARA bersama ACN dan Komunitas Cikartani siap membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat agar Program Putih dapat diimplementasikan secara luas dan berkelanjutan.

Dengan mengusung slogan “Satu Gelas Susu Setiap Hari, Generasi Sehat, Ekonomi Kuat untuk Indonesia Emas 2045“, Program Putih diharapkan menjadi gerakan nasional yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak kebangkitan industri susu nasional dan kesejahteraan peternak Indonesia.