JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin upacara Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI pada Senin (2/6).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri, mantan Wakil Presiden (Wapres) Try Sutrisno, mantan Wapres Jusuf Kalla, dan sejumlah tokoh lain.
Ada beberapa momen menarik perhatian publik dalam acara itu. Yakni, saat Presiden Prabowo berjalan berdampingan dengan Megawati yang disusul Gibran dibelakang keduanya.
Hal itu memantik komentar Pengamat Politik, Rocky Gerung. Ia menilai momen itu kurang pas. Sebab, Gibran yang statusnya sebagai Wakil Presiden, justru berjalan dibelakang Megawati yang notabene sebagai Ketua Umum Partai.
Baca Juga: DPP PGNR: Komitmen Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan
Menurut Rocky, langkah Gibran itu disebabkan oleh adanya ketegangan politik antara sang ayah (Jokowi) dan PDI Perjuangan.
“Yang menarik, netizen mulai melihat bahwa ada yang kurang fit and proper, kurang tepat atau kurang pas. Karena Gibran yang wakil presiden justru berjalan di belakang Megawati yang ketua partai PDIP,” tuturnya dilansir dari tayangan YouTube Rocky Gerung Official, Senin (2/6).
“Tentu konteksnya adalah ketegangan politik, atau sebut aja awalnya ketegangan sekarang jadi konflik politik antara PDIP dengan Jokowi, dan Gibran tidak lagi dilihat sebagai wajah dari kekuasaan, tetapi wajah dari Jokowi,” jelasnya.
Selain memon Gibran berjalan dibelakang Megawati, ada momen lain yang menarik perhatian publik. Yakni saat Megawati menggandeng tangan mantan Wapres Try Sutrisno.
Baca Juga: Trading Halt dan Potensi Lengsernya Prabowo
Momen itu dikomentari oleh Aktivis Nicho Silalahi di media sosial (medsos) X (dulu Twitter). Nicho melihat adanya sinyal dukungan PDI Perjuangan terhadap perjuangan Try Sutrisno memakzulkan Wapres Gibran.
https://x.com/Nicho_Silalahi/status/1929441600314507528?t=qqNCBWEJs2SoP3I3YCc2dA&s=19
“Aku melihat gambar ini menunjukkan eyang Megawati selaku ketua umum @PDI_Perjuangan menggandeng tangan bapak Tri Sutrisno, artinya ini sinyal Eyang Megawati mendukung perjuangan pak Tri Sutrisno dan para purnawirawan untuk memakzulkan Wapres hasil hubungan Gelap Mahkamah Konstitusi dan Pemerintah Yang Berkuasa Saat itu sehingga lahirlah “Anak Haram Konstitusi”, tulis Nicho. (Red)













