Daerah  

Pimpinan Ormas Islam Bogor Keluarkan 4 Maklumat: Desak Transparansi dan Tolak Pelanggengan Kepemimpinan MUI

Istimewa

Swararakyat.com, Bogor – Para pimpinan organisasi masyarakat (Ormas) Islam se-Kabupaten Bogor secara resmi menyampaikan empat maklumat penting kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor. Penyampaian maklumat tersebut merupakan hasil musyawarah bersama yang digelar di Bogor pada Jumat (5/9/2025).

Dalam maklumat tersebut, para pimpinan Ormas Islam menegaskan keprihatinan mereka terhadap proses pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Kabupaten Bogor yang dinilai kurang transparan. Mereka juga menolak upaya pelanggengan kepemimpinan MUI untuk periode kelima.

Adapun isi maklumat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menilai Panitia Musda XI MUI Kabupaten Bogor tidak transparan karena tidak pernah secara kelembagaan berkoordinasi dan bermusyawarah dengan pimpinan Ormas Islam, padahal ormas-ormas tersebut secara historis merupakan bagian dari pendirian dan perkembangan MUI.

2. Menolak upaya pelanggengan kepemimpinan periode kelima sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Bogor periode 2025-2030, demi kaderisasi kepemimpinan ulama dan memberi ruang terbuka bagi potensi keulamaan di Kabupaten Bogor.

3. Meminta penundaan pelaksanaan Musda XI MUI Kabupaten Bogor agar dapat disiapkan secara lebih terbuka dan inklusif.

4. Mengancam tidak menghadiri Musda XI yang dijadwalkan pada Minggu, 7 September 2025, apabila permintaan penundaan tidak dilaksanakan.

Maklumat ini ditandatangani oleh para pimpinan ormas besar yang ada di Kabupaten Bogor, antara lain:
PC. Nahdlatul Ulama, PD. Muhammadiyah, PD. Mathla’ul Anwar, PC. Syarikat Islam, PD. Al Jamiyatul Washliyah, Dewan Masjid Indonesia, PD. PUI, PD. PERSIS, PD. IKAD, PD. DDII, serta Forum Pondok Pesantren.

Para pimpinan ormas berharap MUI Kabupaten Bogor merespons secara bijak maklumat ini demi menjaga marwah organisasi dan persatuan umat Islam di Kabupaten Bogor. (*)