Prabowo Subianto Kembali Tinjau Aceh, Sementara itu Data Korban Bencana Sumatra Terus Bertambah

Presiden Prabowo Subianto kembali bertolak ke Aceh (Foto: Biro Pers Sekretariat Preside)

Jakarta, Swararakyat.com – Presiden Prabowo Subianto kembali bertolak menuju Provinsi Aceh pada Minggu (7/12) untuk meninjau langsung upaya penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Pemerintah pusat menegaskan komitmen penuh guna mempercepat tanggap darurat dan pemulihan.

Data Terbaru Korban Bencana Sumatra

Berdasarkan rilis terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (5/12/2025), dampak bencana di tiga provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencatat:

Korban meninggal: sekitar 867 jiwa, Orang hilang: sekitar 521 orang, Korban luka-luka dan pengungsi: ribuan warga terdampak luka atau mengungsi, jumlah pastinya masih terus diperbarui oleh tim SAR dan Pemerintah.

Angka tersebut menjadikan bencana ini sebagai salah satu bencana alam terparah di Sumatra pada periode akhir 2025. Selain korban jiwa dan hilang, kerusakan infrastruktur, rumah dan fasilitas umum pun sangat besar memperburuk kondisi di daerah terdampak.

Dalam kunjungan kali ini, Presiden dijadwalkan untuk meninjau:

Titik-titik dengan kerusakan parah terutama pada akses jalan, jembatan, serta fasilitas publik.

Proses evakuasi dan distribusi bantuan kepada korban dan pengungsi.

Langkah pemulihan infrastruktur vital agar mobilitas dan akses logistik ke wilayah terdampak bisa segera pulih.

Kehadiran Presiden di Aceh diharapkan mempercepat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta mempercepat proses bantuan dan pemulihan terutama di kawasan paling terdampak.

Meskipun upaya tanggap darurat terus dilakukan, situasi di lapangan masih sangat sulit: banyak wilayah terisolasi akibat kerusakan infrastruktur, distribusi bantuan terkendala, dan proses evakuasi terhambat. Dengan angka korban yang terus bertambah, potensi lonjakan korban baru tetap tinggi.

Melalui kunjungan ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa penanganan bencana di Sumatra – khususnya Aceh – menjadi prioritas nasional. Diharapkan evaluasi langsung, percepatan perbaikan, dan distribusi bantuan yang lebih merata bisa dilakukan dalam waktu dekat. (*)