Bandung Barat, Swararakyat.com – Jawa Barat kini menjadi sorotan nasional setelah mencatat rekor kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan dan BPOM, dari total lebih dari 5.000 kasus keracunan di seluruh Indonesia, 2.012 kasus berasal dari Jawa Barat, menjadikannya provinsi dengan angka tertinggi.
Insiden terbaru yang paling mencengangkan terjadi di Cipongkor, Bandung Barat, di mana lebih dari 800 siswa tumbang setelah menyantap menu MBG. Mereka mengalami gejala mual, muntah, dan diare secara massal, sehingga harus mendapatkan penanganan medis segera.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bereaksi keras.
Ia menilai salah satu biang masalah adalah lemahnya manajemen vendor penyedia MBG. Banyak makanan yang dimasak dini hari, lalu menempuh jarak distribusi hingga belasan kilometer sebelum sampai ke sekolah, dan baru disajikan siang hari. Akibatnya, kualitas makanan rawan terkontaminasi.
“Saya tidak akan segan menghentikan vendor yang tidak mampu menjaga kualitas makanan. Ini bukan main-main, ini menyangkut nyawa dan masa depan anak-anak,” tegas Dedi.
Pekan depan, Dedi berencana menggelar pertemuan darurat dengan seluruh pengelola MBG se-Jawa Barat untuk melakukan evaluasi total. Meski tidak ada korban meninggal, ia mengakui kejadian ini memicu trauma bagi ribuan siswa yang seharusnya mendapat makanan sehat dari program pemerintah.D
Publik kini menuntut transparansi dan pengawasan ketat, agar program MBG benar-benar memberi manfaat, bukan malah menjadi ancaman kesehatan massal. (*)













